Layad Rawat Akan Mulai November, Warganet Apresiasi Ridwan Kamil

Kompas.com - 31/10/2018, 11:43 WIB
Petugas medis bersiap menggunakan Ambulance Motor melalui 119 saat Peluncuran Layad Rawat di kawasan Balaikota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/7). Pemkot Bandung melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program layanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pertolongan medis dengan menyiagakan 1.111 tenaga non medis dan 481 tenaga medis untuk memudahkan pasien melakukan perawatan langsung di rumah. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/foc/17. ANTARA FOTO/Fahrul JayadiputraPetugas medis bersiap menggunakan Ambulance Motor melalui 119 saat Peluncuran Layad Rawat di kawasan Balaikota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/7). Pemkot Bandung melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program layanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pertolongan medis dengan menyiagakan 1.111 tenaga non medis dan 481 tenaga medis untuk memudahkan pasien melakukan perawatan langsung di rumah. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/foc/17.
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meneruskan program kerja Layad Rawat. Program ini merupakan suatu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka. Dengan demikian, petugas kesehatan yang datang ke pasien.

Ridwan Kamil pun mengunggah sebuah foto di akun Instagram miliknya, @ridwankamil. Foto disertai keterangan bahwa program Layad Rawat akan dilaksanakan mulai pertengahan November 2018.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, program ini akan dimulai di Kota Cirebon, Jawa Barat.

"LAYAD RAWAT JAWA BARAT layanan kunjungan dan perawatan gratis oleh dokter dan tenaga medis ke rumah-rumah warga duafa (home medicare) yang kerepotan keluar rumah, akan dimulai pertengahan November 2018. Dimulai tahap 1 di Kota Cirebon. Negara yang mendatangi warga, bukan warga yang selalu mendatangi negara," tulis Emil dalam unggahannya, Rabu (31/10/2018).

Sebagai tambahan informasi, program Layad Rawat sebenarnya sudah ada sejak Kang Emil menjabat wali kota Bandung, tepatnya program diresmikan pada 26 Juli 2017.

Baca juga: Ridwan Kamil Luncurkan Program Layad Rawat dan Ambulans Motor

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on Oct 30, 2018 at 6:36pm PDT

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, Ridwan meluncurkan dua program, yaitu Layad Rawat dan ambulans motor. Ambulans motor ini digunakan sebagai kendaraan para dokter dan perawat untuk menjangkau rumah-rumah pasien. Dokter dan perawat juga dilengkapi fasilitas alat kesehatan.

"Di mana 1.590-an tim terdiri dari dokter dan tenaga kesehatan. Mereka akan merawat mendatangi warga tidak mampu yang perlu dirawat di rumahnya, bukan tipe penyakit yang berat atau intensif yang memang tetap harus ke rumah sakit," kata Ridwan kala itu.

Saat program itu berjalan di Bandung, layanan kesehatan ini tidak dipungut biaya apa pun, baik dari biaya perawat maupun obat-obatannya.

"Formatnya adalah siapa pun warga Bandung, silakan telepon 119, nanti operator akan mengirimkan timnya dengan ambulans motor yang sudah kita siapkan," ujar Ridwan.

Respons warganet

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X