Begini Kondisi Pos Relawan Penjaga Perlintasan di Lokasi Tabrakan Kereta Vs Pajero di Surabaya

Kompas.com - 23/10/2018, 05:36 WIB
Pos perlintasan KA di Jalan Pagesangan Surabaya KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALPos perlintasan KA di Jalan Pagesangan Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com — Pos perlintasan kereta api (KA) di Jalan Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur, terlihat kumuh, Senin (22/10/2018). Pos yang terbuat dari kayu berukuran 1x1 meter itu dibuat tanpa jendela. Di bagian atap tertulis "Jaga Suka Rela".

Beberapa pemuda tampak sedang mengobrol di pos tersebut. Mereka bergegas meninggalkan tempat saat Kompas.com mencoba bertanya perihal kecelakaan KA Sritanjung yang menabrak mobil Pajero pada Minggu siang kemarin.

Dalam pos tersebut terpampang jadwal nama penjaga, jam dinding, jadwal waktu melintas KA, dan SOP tentang penjaga perlintasan KA.

Di bawah jadwal tersebut terdapat tongkat lampu berwarna merah yang biasa digunakan penjaga memberi tanda kepada pengguna jalan yang melintas di perlintasan.

Di sisi pos terdapat tali yang mengikat palang pintu manual. Ujung palang pintu diberi beban batu sebagai pemberat sehingga jika tali dilepas, otomatis palang pintu akan membuka.

Baca juga: Pajero Sport Disambar Kereta Api di Surabaya, Satu Keluarga Tewas

"Jika jam sudah menunjukkan jadwal kereta lewat, ujung pintu ditarik dengan tali dan dikaitkan dengan besi. Jika kereta lewat, tali dilepas lagi dan palang pintu terbuka," kata pria yang menolak disebut identitasnya.

Namun, pada peristiwa kemarin, kata pria tersebut, tidak ada tanda alarm yang berbunyi  karena alarm rusak sejak sebulan lalu. Alarm tersebut sebagai penanda jika dalam beberapa menit ke depan akan ada kereta yang melintas.

Praktis, penjaga hanya mengandalkan jadwal yang terpampang di pos dan jam dinding. Pada peristiwa kemarin, dia menduga penjaga lalai. Pintu perlintasan baru diturunkan saat separuh badan mobil pajero sudah melintasi rel KA.

Dibayar sukarela

Penjaga perlintasan KA jalan Pagesangan Surabaya, sesuai jadwal yang tertera dalam pos, ada tujuh orang. Dua di antaranya cadangan. Tujuh orang tersebut bertugas selama 24 jam dalam sehari.

Penjaga perlintasan KA jalan Pagesangan Surabaya itu tidak dibayar. Mereka mengandalkan simpati pengendara yang melintas di jalan tersebut.

"Dapatnya 24 jam berapa, ya hasil itu dibagi tujuh orang," kata Muhaji, warga setempat yang mengaku pernah menjadi penjaga palang pintu di perlintasan Jalan Pagesangan Surabaya.

Baca juga: Alarm Perlintasan Mati saat KA Sritanjung Tabrak Pajero di Surabaya

Dia mengatakan tidak tahu berapa uang yang dikumpulkan dalam sehari oleh pos penjaga pintu perlintasan itu. "Yang pasti jika puasa dan menjelang Lebaran, dapatnya bisa banyak," ujarnya.

Dinas Perhubungan Jawa Timur juga mengeluhkan banyaknya perlintasan yang tidak dijaga di Jawa Timur. Di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat 718 perlintasan sebidang.

Sebanyak 143 dijaga dan dikelola PT KAI, 41 perlintasan dijaga pihak ketiga, 460 perlintasan resmi tidak dijaga, dan masih ada 74 perlintasan liar dan tidak dijaga.

"Kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan saat melintas di perlintasan lebih penting. Makanya, kami terus berkampanye keselamatan kereta api," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin.

Olah TKP

Pagi tadi, tim dari Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di perlintasan tersebut.

Baca juga: Satu Keluarga Tewas Ditabrak Kereta Api, Anak Ditemukan Terpental Keluar Mobil

 

"Tim Polda Jatim turun tangan karena kecelakaan masuk kategori kecelakaan menonjol," kata Kanit Laka Polrestabes Surabaya AKP Gusti Ketut Antara.

Ketiga penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan KA Sritanjung versus Mobil Pajero kemarin.

Ketiganya adalah satu keluarga, yakni Gatot Sugeng Priyadi (54) dan Indah Widyastuti (45), serta Gilang Reswara Ilham Wicaksana (11).

Semua korban berada di satu alamat rumah, yakni Perumahan Wisma Trosobo Gang VI Nomor 15 Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.