Kompas.com - 05/09/2018, 10:34 WIB
Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

KOMPAS.com - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berjalan.

Bantuan bagi para korban pun terus mengalir. PT Pos Indonesia di Jakarta mencatat telah menerima lebih dari 3.000 ton kiriman untuk korban bencana gempa di Lombok. 

Selain itu, pemerintah juga menyediakan kurang lebih 5.000 beasiswa pendidikan bagi para korban gempa. 

Berikut sejumlah fakta terkait bencana gempa bumi di Lombok.

1. Pemerintah sediakan 5.000 beasiswa pendidikan

Menristek dalam sambutan acara Dies Natalis UT ke-34 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (4/9/2018).Dok. Kemenristekdikti Menristek dalam sambutan acara Dies Natalis UT ke-34 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (4/9/2018).

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyediakan 5.000 paket beasiswa pendidikan. Beasiswa tersebut terdiri dari 4.000 beasiswa untuk mahasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan 1.000 bidikmisi.

"Gempa di Lombok kami juga perhatikan. Di sana ditelisik yang kena dampak gempa sekitar 3.800 tapi kami sediakan beasiswa prestasi akademik 4.000 mahasiswa PPA dan 1.000 bidikmisi," kata Mohammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Karawang, Jawa Barat, Senin (3/9/2018).

Tujuannya, agar membantu mahasiswa dan pelajar yang menjadi korban bencana gempa bisa tetap melanjutkan pendidikan mereka.

Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Gempa Lombok, Jokowi Goyang Dayung hingga Target Rekonstruksi

2. Presiden Joko Widodo kunjungi SMPN 6 Mataram

Presiden Joko Widodo berdialog dengan salah satu warga korban gempa di Lombok, NTB, Minggu (2/9/2018).KOMPAS.com/ Dok. Humas Pemprov NTB Presiden Joko Widodo berdialog dengan salah satu warga korban gempa di Lombok, NTB, Minggu (2/9/2018).

Pada hari Senin, (3/9/2018), Presiden Joko Widodo bersama rombongan tiba di SMPN 6.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X