Kompas.com - 23/12/2017, 20:44 WIB
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan seorang warga saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPresiden Joko Widodo bersalaman dengan seorang warga saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2017).
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membagikan 704.000 sertifikat lahan kepada masyarakat yang dipusatkan di Lapanan Pancasila, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2017).

Seusai penyerahan sertifikat lahan secara simbolis kepada para penerima, Presiden mengingatkan agar sertifikat digunakan dengan baik. Presiden membolehkan sertifikat yang dibagikan itu "disekolahkan".

Istilah disekolahkan adalah bahwa sertifikat lahan itu digadaikan, baik ke bank atau lembaga keuangan lain untuk mendapatkan uang pinjaman.

"Kalau sudah pegang (sertifikat lahan) pasti 'disekolahkan'. Benar kan, hapal saya," ujar Jokowi.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, menggadaikan sertifikat ke bank sebagai agunan diperbolehkan. Namun, ketika mau dipakai untuk hal itu harus dihitung juga kekuatan untuk mencicip tiap bulannya.

Jangan sampai ketika sertifikat dijadikan agunan, namun uang hasil pinjaman digunakan untuk hal yang tidak produktif.

"Kalau disekolahkan di bank, silakan. Hanya kalau mau dipakai agunan tolong dihitung dulu, dikalkulasi bisa mencicil tiap bulanan, kalau tidak jangan," ujarnya.

"Kalau bisa, silakan untuk meningkatkan usaha. Dihitung dan dikalkulasi," tambahnya lagi.

Baca juga : Jokowi Targetkan 10 Juta Sertifikat Lahan Per Tahun pada 2018

Jokowi meminta agar uang pinjaman digunakan untuk modal usaha. Jika nantinya untung, barulah laba digunakan untuk membeli mobil atau motor

"Pakailah semua untuk modal kerja. Untuk modal investasi, biar usaha baik. Nanti jika keuntungan cukup baru beli mobil atau motor," harapnya.

Pemerintah sendiri menargetkan distribusi sertifikat bidang tanah sebanyak 5 juta bidang di tahun 2017. Sementara pada 2018, target pemberian sertifikat menjadi 7 juta, lalu 9 juta di 2019. Mulai 2020, dan seterusnya target distribusi sertifikat sebanyak 10 juta bidang.

Baca juga : Jokowi Bagi-bagi 705 Ribu Sertifikat Tanah di Semarang

 

Kompas TV Presiden Joko Widodo tengah melakukan kunjungan kerja ke Papua.


Program sertifikasi tanah di seluruh wilayah Indonesia diprogramkan untuk selesai pada 2025.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.