Ketua MUI: Pendidikan Berbasis Madrasah Purwakarta Solusi FDS

Kompas.com - 16/08/2017, 10:50 WIB
Ketua MUI Maruf Amin KOMPAS.com / DANI PRABOWOKetua MUI Maruf Amin
|
EditorErlangga Djumena

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin mengatakan, metode sekolah lima hari yang sudah lama bergulir di Kabupaten Purwakarta berbeda dengan konsep Full Day School oleh Kemendikbud.

Terlebih lagi metodenya kini telah diterapkan berbasis madrasah diniyah dan pondok pesantren hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan dan kantor Kementerian Agama daerah setempat.

"Metode pendidikan sekolah lima hari berbasis madrasah dan pesantren di Purwakarta seharusnya bisa dicontoh daerah lain. Pola pendidikan seperti itu bukan Full Day School. PBNU sendiri pun sampai sekarang masih tetap menolak Permendiknas tentang konsep pendidikan FDS," ucap Ma'ruf kepada Kompas.com saat berada di Pondok Pesantren Manarul Huda Kabupaten Bekasi, Selasa (15/8/2017) malam.

Dia menilai metode berbasis seperti ini sebagai salah satu contoh solusi bagi pemerintah pusat terkait penerapan FDS yang dianggap akan mematikan pendidikan madrasah diniyah akibat siswa akan terus belajar di sekolah umum sampai sore hari. Sementara kebiasaan pelajar selama ini setelah siang harinya beres sekolah umum dilanjutkan dengan pendidikan agama di madrasah diniyah.

"Saya pikir pola pendidikan yang diterapkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sekaligus Wakil Ketua PCNU Purwakarta, bisa dijadikan sebuah solusi. Konsep berbasis madrasah seperti ini yang diharapkan," ucapnya.

Baca juga: Jokowi: Tak Perlu Risau soal Full Day School

Dia mengaku mengetahui pola pendidikan sekolah lima hari di Purwakarta telah menerapkan siswa wajib membaca kitab kuning bagi muslim, sebelum ramai pro-kontra FDS Kemendikbud. Bahkan pelajaran kitab kuning tersebut telah masuk kurikulum muatan lokal di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama wilayah tersebut.

"Bahkan sebelumnya sudah ada pelajaran kitab kuning bagi siswa, sekarang diperluas lagi berbasis madrasah dan pesantren yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan umum. Bagus itu," kata dia.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, telah melakukan kerjasama antara pemerintah daerahnya dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta tentang rencana pemberlakuan full day school (FDS) berbasis madrasah diniyah pada Senin (14/8/2017).

Baca juga: Purwakarta Terapkan Full Day School Berbasis Madrasah dan Pesantren

Langkah itu diharapkan sebagai solusi kekhawatiran para kiai selama ini akan hilangnya madrasah diniyah pasca diterapkannya FDS oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kita sudah melakukan MoU antara Pemkab Purwakarta dan Kantor Kemenag Purwakarta bersepakat akan menerapkan sekolah FDS berbasis Madrasah Diniyah," ucap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, seusai penandatanganan MoU bersama Kepala Kantor Kemenag setempat, Senin pagi.

Dedi menambahkan, FDS berbasis madrasah diniyah ini nantinya setiap siswa sekolah dasar dan menengah pertama di wilayahnya akan mendapatkan pelajaran umum sampai siang hari. Selanjutnya siswa akan belajar agama di madrasah diniyah atau para guru agama mengajar di tiap sekolah. Hal itu tergantung jauh dekatnya madrasah di lokasi sekolah formal.

Kompas TV Unjuk Rasa Tolak Kebijakan Opsional Full Day School
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.