NEWS
Salin Artikel

Ketua MUI: Pendidikan Berbasis Madrasah Purwakarta Solusi FDS

Terlebih lagi metodenya kini telah diterapkan berbasis madrasah diniyah dan pondok pesantren hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan dan kantor Kementerian Agama daerah setempat.

"Metode pendidikan sekolah lima hari berbasis madrasah dan pesantren di Purwakarta seharusnya bisa dicontoh daerah lain. Pola pendidikan seperti itu bukan Full Day School. PBNU sendiri pun sampai sekarang masih tetap menolak Permendiknas tentang konsep pendidikan FDS," ucap Ma'ruf kepada Kompas.com saat berada di Pondok Pesantren Manarul Huda Kabupaten Bekasi, Selasa (15/8/2017) malam.

Dia menilai metode berbasis seperti ini sebagai salah satu contoh solusi bagi pemerintah pusat terkait penerapan FDS yang dianggap akan mematikan pendidikan madrasah diniyah akibat siswa akan terus belajar di sekolah umum sampai sore hari. Sementara kebiasaan pelajar selama ini setelah siang harinya beres sekolah umum dilanjutkan dengan pendidikan agama di madrasah diniyah.

"Saya pikir pola pendidikan yang diterapkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sekaligus Wakil Ketua PCNU Purwakarta, bisa dijadikan sebuah solusi. Konsep berbasis madrasah seperti ini yang diharapkan," ucapnya.

Dia mengaku mengetahui pola pendidikan sekolah lima hari di Purwakarta telah menerapkan siswa wajib membaca kitab kuning bagi muslim, sebelum ramai pro-kontra FDS Kemendikbud. Bahkan pelajaran kitab kuning tersebut telah masuk kurikulum muatan lokal di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama wilayah tersebut.

"Bahkan sebelumnya sudah ada pelajaran kitab kuning bagi siswa, sekarang diperluas lagi berbasis madrasah dan pesantren yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan umum. Bagus itu," kata dia.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, telah melakukan kerjasama antara pemerintah daerahnya dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta tentang rencana pemberlakuan full day school (FDS) berbasis madrasah diniyah pada Senin (14/8/2017).

Langkah itu diharapkan sebagai solusi kekhawatiran para kiai selama ini akan hilangnya madrasah diniyah pasca diterapkannya FDS oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kita sudah melakukan MoU antara Pemkab Purwakarta dan Kantor Kemenag Purwakarta bersepakat akan menerapkan sekolah FDS berbasis Madrasah Diniyah," ucap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, seusai penandatanganan MoU bersama Kepala Kantor Kemenag setempat, Senin pagi.

Dedi menambahkan, FDS berbasis madrasah diniyah ini nantinya setiap siswa sekolah dasar dan menengah pertama di wilayahnya akan mendapatkan pelajaran umum sampai siang hari. Selanjutnya siswa akan belajar agama di madrasah diniyah atau para guru agama mengajar di tiap sekolah. Hal itu tergantung jauh dekatnya madrasah di lokasi sekolah formal.

https://regional.kompas.com/read/2017/08/16/10500011/ketua-mui--pendidikan-berbasis-madrasah-purwakarta-solusi-fds

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.