Kompas.com - 09/06/2017, 16:43 WIB
Kompas TV Kandidat yang diunggulkan adalah Saifullah Yusuf, yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur.

Ia lantas mencontohkan duet Soekarwo dan Gus Ipul (Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini) yang dianggapnya ideal. Soekarwo yang berlatar belakang birokrasi memiliki kemampuan dalam manajerial pemerintahan sementara Gus Ipul memposisikan diri sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

“Gus Ipul butuh pendamping wakil yang kuat, yang bisa melengkapi kelemahan dia dalam hal manajerial pemerintahan. Pemerintahan yang dibutuhkan Jawa Timur sekarang,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/6/2017).

Dengan begitu, prestasi yang sudah diraih Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan lepas. Seperti prestasi dalam kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang sudah diraih Pemerintahan Provinsi Jawa Timur secara berturut – turut selama empat tahun sejak tahun 2014.

“Kalau Jawa Timur tidak ingin ketinggalan, Gus Ipul butuh pendamping yang kuat di manajemen pemerintahannya. Gus Ipul boleh lebih banyak terjun ke masyarakat. Tapi tetap ada yang butuh menjalankan administrasi yang kuat sekaligus mendorong pemerintah untuk terus berinovasi,” paparnya.

Wawan mengatakan, di Jawa Timur sudah ada sejumlah kepada daerah yang terbukti mampu dalam manajerial pemerintahan. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Keduanya dinilai telah sukses dalam membangun daerahnya.

Selain itu, baik Risma maupun Azwar Anas merupakan kepada daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan. Partai yang selama ini dijajaki oleh Gus Ipul.
Meski demikian, Wawan menyebut keduanya memiliki plus minus jika PKB dan PDI Perjuangan menyandingkannya dengan  Gus Ipul. Risma terkendala oleh persoalan gender.
Dikhawatirkan, massa PKB yang manyoritas kalangan Nahdliyin tidak satu suara mendukung Risma.

“Bu Risma kan perempuan. Tinggal kemudian apakah nanti Nahdliyin menerima tidak kepemimpinan perempuan. Artinya ada gender disitu,” katanya.

Baca juga: Kerap Disebut sebagai Cagub Jatim, Risma Curhat ke Megawati

Sementara Azwar Anas terkendala oleh keretakannya dengan PKB saat Pilkada Kabupaten Banyuwangi pada 2015 lalu. Ketika itu, Anas yang sebelumnya maju lewat PKB, kembali maju sebagai calon independen melalui PDI Perjuangan.

“Dia punya pengalaman pernah dicalonkan oleh PKB. Persoalannya dia pecah kongsi dengan PKB pada Pilbup (Pemilihan Bupati) 2015,” jelasnya.

Meski demikian, Wawan menilai keduanya memiliki kelebihan dalam manajemen pemerintahan dalam memajukan sebuah daerah. Sebuah kelebihan yang mampu membangun Jawa Timur yang tidak dimiliki oleh Gus Ipul.

Adapun Airlangga Pribadi, pengamat politik Universitas Negeri Airlangga Surabaya meragukan wacana duet Gus Ipul-Risma bakal terwujud.

Dia mengungkapkan beberapa alasan. Pertama Risma hingga hari ini belum mendeklarasikan maju di pilkada Jatim, kedua kalaupun Risma maju, mesin pemenangan tidak akan berjalan efektif.

"Risma hanya populer di daerah perkotaan saja, di kawasan pedesaan, kepulauan dan pedalaman, belum tentu mengenal Risma," katanya.

Alasan ketiga yang paling mendasar menurut dia, dengan kapabilitas yang dimiliki Risma, PDIP tidak mungkin meletakannya di posisi calon wakil gubernur. "Ingat, Risma sempat disebut cagub DKI, di pilkada Jatim tidak mungkin jadi cawagub," kata Direktur lembaga survei The Initiativ Institute ini.

Di mata masyarakat Surabaya, nama Risma maupun Gus Ipul sama-sama dikenal. Jika kedua tokoh itu dipasangkan, kata Erliyanto, dia yakin akan menang di Pilkada Jatim tahun depan.

"Nama pasangannya bisa bagus. Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini disingkat Santri," kata warga jalan Margorejo Surabaya ini sambil berkelakar.

Sementara itu hasil riset elektabilitas Lembaga Survei Regional (LSR) sejak November 2016 hingga Maret 2017 dari 30.000  responden di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, nama Gus Ipul dan Risma mengungguli elektabilitas kandidat yang kerap disebut-sebut sebagai calon gubernur Jatim, seperti Khofifah Indar Parawansah.

Elektabilitas Gus Ipul dalam riset tersebut mencapai 37 persen, Risma 34 persen, dan Khofifah 33 persen.

"Karena itu, pilkada Jatim bakal seru, karena belum ada calon yang elektabilitasnya mencapai lebih dari 50 persen," kata Direktur LSR Mufti Mubarok, kepada Kompas.com, Jumat (2/6/2017).

Sementara untuk popularitas, Gus Ipul mencapai 86 persen. Gus Ipul unggul di delapan kabupaten/kota di Jatim. Di posisi kedua ada Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan popularitas 78 persen. Risma unggul di enam kabupaten/kota. Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa ada di posisi ketiga dengan popularitas 77 persen. Khofifah unggul di tujuh kabupaten/kota di Jatim.

Nah, akankah Gus Ipul-Risma terwujud?

Baca juga: Survei: Elektabilitas Gus Ipul, Risma, dan Khofifah Bersaing Ketat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.