Istirahat, Massa Buni Yani Shalat Dzuhur di Jalan dan Makan Nasi Kotak - Kompas.com

Istirahat, Massa Buni Yani Shalat Dzuhur di Jalan dan Makan Nasi Kotak

Kontributor Bandung, Agie Permadi
Kompas.com - 14/11/2017, 12:26 WIB
Sejumlah massa pembela Buni Yani menghentikan sementara orasinya untuk melakukan shalat Dzuhur berjamaah didepan Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, di jalan Seram, Selasa (14/11/2017).KOMPAS.com/Agie Permadi Sejumlah massa pembela Buni Yani menghentikan sementara orasinya untuk melakukan shalat Dzuhur berjamaah didepan Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, di jalan Seram, Selasa (14/11/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Massa pendukung Buni Yani menghentikan sementara orasinya untuk melakukan shalat dzuhur berjamaah di depan Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, di Jalan Seram, lokasi sidang vonis Buni, Selasa (14/11/2017).

Beralaskan spanduk dan karpet yang digelar di Jalan Seram, massa kemudian berjajar merapatkan shaf dan melakukan shalat dzuhur setelah mendengarkan adzan dzuhur.  

"Kita shalat dzuhur berjamaah dulu," kata salah satu orator. 

Setelah shalat, massa yang datang pun ada yang beristirahat atau sekedar menyantap makan siang nasi kotak yang telah disediakan mereka. 

Sebelumnya diberitakan, massa pendukung Buni Yani menggelar aksi di depan Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, untuk mengawal jalannya sidang vonis Buni Yani.

(Baca juga: Pimpin Orasi di Lokasi Sidang, Amien Rais Ajak Massa Bela Buni Yani)

Massa yang tiba sejak pagi ini kemudian melakukan orasi terkait kasus hukum yang menjerat Buni Yani. Mereka berharap majelis hakim yang diketuai M Saptono membebaskan Buni Yani dari segala tuntutan hukum. 

Buni didakwa terkait pelanggaran UU ITE karena dianggap menyebarkan dan melakukan pemotongan video eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu.

(Baca juga: Foto-foto Suasana Sidang Vonis Buni Yani, dari Sumpah hingga Spanduk Bergambar Buni-Ahok)

Namun begitu selama jalannya persidangan, terdakwa Buni Yani sendiri membantah telah melakukan pemotongan Video Ahok, dan menganggap kasusnya di kriminalisasi. Sementara itu Jaksa Penuntut Umum menuntut Buni Yani dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atau subsider tiga bulan kurungan.

 

Kompas TV Jaksa Agung berharap putusan hakim sesuai tuntutan jaksa yakni 2 tahun penjara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Agie Permadi
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Internasional
Anies Promosikan 'Revolusi Putih' Prabowo di Cilandak Barat

Anies Promosikan "Revolusi Putih" Prabowo di Cilandak Barat

Megapolitan
Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Olahraga
15 Petugas Dishub 'Abal-abal' Diamankan di Kebon Jeruk

15 Petugas Dishub "Abal-abal" Diamankan di Kebon Jeruk

Megapolitan
PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

Nasional
Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Regional
Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Regional
'Revolusi Putih' Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

"Revolusi Putih" Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

Megapolitan
Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Internasional
Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Regional
Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Megapolitan
Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek 'Online'

Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek "Online"

Megapolitan
Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Nasional
Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM