Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/09/2022, 22:12 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memecat Inspektur Satu (Iptu) Thomas Keliombar, Rabu (14/9/2022).

Perwira polisi berpangkat Iptu itu diberhentikan dengan tidak hormat dalam sidang Komisi Kode Etik Polri di Polda Maluku, Rabu.

Sidang kode etik itu dipimpin Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Syarifudin didampingi dua anggota komisi lainnya, yakni Kompol Hendra Haurissa dan Kompol Ferry Mulyana.

Dalam sidang itu, Thomas terbukti bersalah melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang karyawan Alfamidi bernama Daud Manusama.

Insiden penganiayaan karyawan Alfamidi itu terjadi di halaman parkir gerai Alfamidi di Waihaong, Ambon, 17 April 2022.

Baca juga: Saat Mobil Presiden Jokowi Dikerumuni Warga di Maluku Tenggara, Paspampres Sempat Kewalahan

“Hasil sidang rekomendasinya pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Syarifudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu malam.

Syarifudin mengatakan meski telah dipecat komisi kode etik, keputusan itu belum bersifat final dan mengikat. Sebab, Iptu Thomas Keliombar langsung melakukan banding.

“Yang bersangkutan mengajukan banding dan itu menjadi hak dia untuk mengajukan banding,” katanya.

Dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohirat mengatakan, setelah mengajukan banding maka akan dilakukan sidang di tingkat komisi banding.

“Iya, dia banding. Jadi nanti disidang lagi oleh komisi banding,” ujarnya.

 

Dalam sidang lanjutan, komisi banding akan mempertimbangkan alasan-alasan dan fakta dari tindak pidana yang dilakukan Iptu Thomas.

Apabila komisi banding menguatkan hasil putusan putusan sebelumnya maka yang bersangkutan resmi dipecat.

“Nanti dari komisi banding ini yang memutuskan apakah menguatkan putusan komisi etik ataukah sebaliknya nanti kita lihat,” ujarnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 September 2022

Thomas Keliombar tercatat sudah dua berulang kali keluar masuk penjara karena terlibat dalam kasus sama, yakni penganiayaan. Saat menjabat sebagai Kapolres Elpaputih beberapa tahun lalu, ia juga pernah menganiaya sopir angkot hingga dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga pernah menganiaya warga di Talake hingga babak belur karena alasan sepele. Mantan atlet tinju ini juga pernah menantang duel seorang anggota TNI untuk berduel.

Anggota TNI itu ditantang berduel setelah terlibat prkelahian dengan dua anggota Polantas di Ambon beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengunjung Solo Safari Membeludak di Hari Pertama Pembukaan, Manajemen: Luar biasa, di Luar Ekspektasi Kami

Pengunjung Solo Safari Membeludak di Hari Pertama Pembukaan, Manajemen: Luar biasa, di Luar Ekspektasi Kami

Regional
Gibran Kaget, Gadis SMP Dibunuh Teman Kencan Michat Bersekolah di Solo

Gibran Kaget, Gadis SMP Dibunuh Teman Kencan Michat Bersekolah di Solo

Regional
Kasus Tambang Emas Ilegal Manokwari, Polisi Buru Pemilik Modal yang Masih Buron

Kasus Tambang Emas Ilegal Manokwari, Polisi Buru Pemilik Modal yang Masih Buron

Regional
Diduga Depresi, Aipda JN Sering Ancam Warga Desa di Lampung dengan Sajam

Diduga Depresi, Aipda JN Sering Ancam Warga Desa di Lampung dengan Sajam

Regional
Seorang Pria Dilaporkan Hilang Saat Mencari Kerang di Pantai Mawun Lombok, Tim SAR Lakukan Pencarian

Seorang Pria Dilaporkan Hilang Saat Mencari Kerang di Pantai Mawun Lombok, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Harga Minyak Goreng di Palembang Mulai Naik, Wakil Walkot Curiga Ada Permainan Oknum

Harga Minyak Goreng di Palembang Mulai Naik, Wakil Walkot Curiga Ada Permainan Oknum

Regional
Kisah Pencuri Cabai di Kediri Lolos Jeratan Hukum, Berujung Sanksi Bersihkan Mushala

Kisah Pencuri Cabai di Kediri Lolos Jeratan Hukum, Berujung Sanksi Bersihkan Mushala

Regional
Gadis Asal Sumbar Dilaporkan Hilang di Pekanbaru

Gadis Asal Sumbar Dilaporkan Hilang di Pekanbaru

Regional
Sambut Pendaratan Citilink di Bandara Ngloram Blora, Ganjar Usul Event di Kawasan Cepu Diperbanyak

Sambut Pendaratan Citilink di Bandara Ngloram Blora, Ganjar Usul Event di Kawasan Cepu Diperbanyak

Regional
Longsor Manado, 2 Orang Tewas, 2 Lainnya Masih Dicari

Longsor Manado, 2 Orang Tewas, 2 Lainnya Masih Dicari

Regional
Mengenal Tembang Dhandhanggula: Makna, Watak, dan Aturan

Mengenal Tembang Dhandhanggula: Makna, Watak, dan Aturan

Regional
Harga Kedelai Tembus Rp 13.000 Per Kg, Ukuran Tahu dan Tempe di Semarang Mengecil

Harga Kedelai Tembus Rp 13.000 Per Kg, Ukuran Tahu dan Tempe di Semarang Mengecil

Regional
Polisi Selidiki Pengeroyokan Pria oleh Kelompok Baju Hitam di SPBU di Banyuwangi

Polisi Selidiki Pengeroyokan Pria oleh Kelompok Baju Hitam di SPBU di Banyuwangi

Regional
Kapolda NTT Akan Tindak Tegas Pihak yang Ganggu Pembangunan KEK Golo Mori Labuan Bajo

Kapolda NTT Akan Tindak Tegas Pihak yang Ganggu Pembangunan KEK Golo Mori Labuan Bajo

Regional
Sengketa Tanah antara TNI AL dan Pengembang Perumahan di Semarang Belum Ada Titik Temu, BPN Beri Penjelasan

Sengketa Tanah antara TNI AL dan Pengembang Perumahan di Semarang Belum Ada Titik Temu, BPN Beri Penjelasan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.