Kompas.com - 15/04/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Korban begal yang jadi tersangka, Murtede alias Amaq Sinta (34), mengaku sedih dan kecewa usai ditetapkan sebagai tersangka gara-gara membunuh begal yang menyerang dirinya.

Amaq Sinta dibegal pada Minggu (10/4/2022) dini hari. Pada Minggu malam, Sinta dijemput polisi dan kemudian ditahan.

Sebelumnya, pada Minggu sore, polisi terlebih dulu mendatangi rumah Sinta di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengambil barang bukti.

Baca juga: Cerita Amaq Sinta, Korban Begal yang Jadi Tersangka: Saya Ditebas, Saya Membela Diri

Barang bukti tersebut yakni pisau yang Sinta pakai untuk membunuh dua begal. Polisi juga membawa sepeda motor milik Sinta.

Dia menceritakan, saat berada di kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Praya Timur, dirinya dimintai keterangan dan diminta menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Ia juga ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dijebloskan ke sel tahanan Polsek Praya Timur.

"Ada penjelasan bahwa saya dijadikan tersangka, tetapi saya tidak paham karena saya tidak bisa baca. Saya dijadikan tersangka pembunuh, padahal saya sudah jelaskan kalau saya membela diri," ujarnya, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Polisi Tangguhkan Penahanan Korban Begal yang Jadi Tersangka Usai Tewaskan Pembegal

Amaq Sinta dibebaskan

Setelah dua malam berada di tahanan, Amaq Sinta dikeluarkan dari sel sebab penahanannya ditangguhkan oleh polisi.

 

Usai penahanannya ditangguhkan, Sinta kembali ke rumahnya.

Kepulangannya membuat keluarga dan kerabat dekatnya memadati rumah Amaq Sinta. Tak sedikit dari mereka yang mengecek kondisinya.

"Keluarga datang memang, mereka mau memastikan saya disiksa atau tidak di sel tahanan," ucapnya.

Baca juga: Cerita di Balik Korban Begal Jadi Tersangka, Amaq Sinta Lawan 4 Pelaku Seorang Diri: Saya Dilindungi Tuhan

 

Penjelasan polisi soal pembebasan Amaq Sinta

Jumpa pers di Polres Lombok Tengah kasus pembunuhan 2 begal ditemukan di jalan Desa GantiHumas Polda NTB Jumpa pers di Polres Lombok Tengah kasus pembunuhan 2 begal ditemukan di jalan Desa Ganti

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono menerangkan, penangguhan penahanan merupakan hak tersangka yang diatur dalam hukum acara pidana.

Penangguhan penahanan dapat dimohonkan oleh tersangka maupun keluarganya.

"Polres Lombok Tengah mengakomodir permohonan penangguhan penahanan tersangka dengan alasan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatannya, dan tidak akan menghilangkan barang bukti yang ada," paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis.

Baca juga: Korban Begal Jadi Tersangka Usai Tewaskan Pembegal, Pengamat Sebut Harus Dilihat Kronologinya Dulu

Selain itu, penahanan Amaq Sinta ditangguhkan usai kepala desa setempat menjamin Sinta akan tetap mematuhi proses hukum yang berlaku atas kasusnya.

"Amaq Sinta (M) dipulangkan pada hari Rabu dijemput pihak keluarganya dengan didampingi Kepala Desa Ganti selaku penjamin dari Amak Sinta sendiri," bebernya.

Meski demikian, untuk menentukan status Amaq Sinta bersalah atau tidak, harus melalui keputusan hakim di pengadilan.

“Kalau orang jadi tersangka belum tentu menjadi terpidana,” imbuh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) NTB Kombes Artanto, Kamis.

Baca juga: Saat Korban Habisi Nyawa 2 Begal untuk Membela Diri lalu Dijadikan Tersangka oleh Polisi...

Kronologi Amaq Sinta dibegal

Amaq Sinta menceritakan kronologi dirinya dibegal oleh empat orang.

Kejadian itu bermula saat Sinta hendak mengantar makanan dan air hangat dalam termos untuk keluarganya yang sedang menjaga ibunya yang dirawat di rumah sakit di Lombok Timur, NTB.

Dalam perjalanan seorang diri itu, Sinta diikuti empat begal.

Pelaku sempat menyerempet sepeda motor Sinta, tetapi dia masih bisa menghindar, hingga akhirnya mereka mengadangnya.

"Jalannya memang gelap, istri saya menyuruh saya bawa pisau dapur untuk jaga-jaga. Saya bawa. Di tengah jalan, saya diadang, ditanya mau ke mana dan langsung ditebas tangan saya, kemudian punggung serta pinggang saya ditebas menggunakan samurai," ungkapnya, Kamis.

Baca juga: Kronologi Amaq Sinta Bunuh Begal untuk Membela Diri, Teriak Minta Tolong, tapi Tidak Ada Warga yang Datang

Saat turun dari sepeda motornya, Sinta lagi-lagi diserang pelaku.

"Saya melawan, daripada saya mati. Saya pakai pisau dapur yang kecil, tapi karena mereka yang duluan menyerang saya membela diri. Seandainya dia tidak melakukan kekerasan pada saya dan mengadang, saya ingin lari. Tapi dia justru menebas saya berkali-kali," jelasnya.

Dalam perkelahian itu, Sinta membunuh dua begal.

Seorang begal tewas ditusuk usai menyerangnya. Sedangkan, seorang lainnya tewas ditusuk saat akan membawa kabur sepeda motor Sinta.

Adapun dua begal lainnya kabur usai dua rekannya tewas.

Baca juga: Amaq Sinta, Tersangka Kasus Pembunuhan 2 Begal di Lombok Tengah: Saya Ingin Bebas dan Kembali Bekerja

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati; Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid | Editor: Andi Hartik, Priska Sari Pratiwi)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Legenda Kumbang Bernaung, Asal Usul Nama Danau Malawen

Legenda Kumbang Bernaung, Asal Usul Nama Danau Malawen

Regional
Rumah Tjahjo Kumolo di Kota Semarang Masih Sepi, Hanya Ada Keponakan dan Adik Ipar

Rumah Tjahjo Kumolo di Kota Semarang Masih Sepi, Hanya Ada Keponakan dan Adik Ipar

Regional
Diduga Rusak Hutan Lindung di Riau, Satu Unit Alat Berat Disita Polisi Hutan

Diduga Rusak Hutan Lindung di Riau, Satu Unit Alat Berat Disita Polisi Hutan

Regional
Tinggalkan Uang di Mobil untuk Beli Minum, Rp 769 Juta Milik Pemkab Way Kanan Dicuri

Tinggalkan Uang di Mobil untuk Beli Minum, Rp 769 Juta Milik Pemkab Way Kanan Dicuri

Regional
Kebakaran di Labuan Bajo, Warung Makan dan Rumah Warga Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Labuan Bajo, Warung Makan dan Rumah Warga Ludes Dilalap Api

Regional
Bupati Aceh Tamiang: Agar Aman PMK, Periksakan Hewan Kurban ke Posko Kecamatan

Bupati Aceh Tamiang: Agar Aman PMK, Periksakan Hewan Kurban ke Posko Kecamatan

Regional
Profil Singkat PT Smoore Technology Indonesia, Pabrik Rokok Elektrik yang Diresmikan Menteri Investasi

Profil Singkat PT Smoore Technology Indonesia, Pabrik Rokok Elektrik yang Diresmikan Menteri Investasi

Regional
Tjahjo Kumolo Meninggal, FX Rudy Berduka: Kehilangan Teman Ngopi dan Sosok Jago Lobi

Tjahjo Kumolo Meninggal, FX Rudy Berduka: Kehilangan Teman Ngopi dan Sosok Jago Lobi

Regional
Prada Beryl Gugur Ditembak KKB, Sosoknya Dikenal Sering Santuni Anak Yatim dan Ingin Berangkatkan Ibu Berhaji

Prada Beryl Gugur Ditembak KKB, Sosoknya Dikenal Sering Santuni Anak Yatim dan Ingin Berangkatkan Ibu Berhaji

Regional
Sistem Bubble Covid-19 ASEAN Para Games 2022, Gibran: Per Hotel Per Cabor

Sistem Bubble Covid-19 ASEAN Para Games 2022, Gibran: Per Hotel Per Cabor

Regional
Terima Aduan soal Jalur Zonasi PPDB Jawa Tengah, Ombudsman Lakukan Pengawasan

Terima Aduan soal Jalur Zonasi PPDB Jawa Tengah, Ombudsman Lakukan Pengawasan

Regional
Satpol PP Kota Semarang Temukan 6 Sapi Positif PMK Masih Dijual Bebas

Satpol PP Kota Semarang Temukan 6 Sapi Positif PMK Masih Dijual Bebas

Regional
1.571 KK Warga Bengkulu Terdampak Banjir, Permukiman Terendam, Jalan Tertutup Longsor

1.571 KK Warga Bengkulu Terdampak Banjir, Permukiman Terendam, Jalan Tertutup Longsor

Regional
Cerita Bripka Rahmat, Bangun Bengkel Kamtibmas Bantu Anak Putus Sekolah hingga Mantan Napi

Cerita Bripka Rahmat, Bangun Bengkel Kamtibmas Bantu Anak Putus Sekolah hingga Mantan Napi

Regional
PNS Gadai SK untuk Pinjaman ke Bank, Apakah Gaji Ke-13 Bakal Dipotong?

PNS Gadai SK untuk Pinjaman ke Bank, Apakah Gaji Ke-13 Bakal Dipotong?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.