Kompas.com - 18/01/2022, 10:29 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Polda Bengkulu melayangkan surat pemanggilan terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rohidin akan dipanggil terkait statusnya yang menjadi penjamin penangguhan penahanan terhadap tersangka He, mantan Kepala Dinas Pemda Seluma yang terlibat kasus dugaan penipuan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bengkulu Kombes Teddy Suhendyawan mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan disusul dengan surat panggilan.

"Suratnya sudah dibuat dan dikirimkan. Namun ada koreksi, sudah dilayangkan. Kita sampaikan surat pemberitahuan dulu. Nanti dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan," kata Teddy saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2022

Teddy mengatakan, saat menjadi penjamin penangguhan penahanan, Rohidin Mersyah masih sebagai Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu.

"Gubernur dipanggil hanya pemberitahuan untuk ingatkan tersangka sesuai kesanggupannya, dalam pernyataan penjamin untuk memenuhi panggilan penyidik," kata Teddy.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas Kepala Dinas Informatika dan Statistik Pemprov Bengkulu Sri Hartika mengatakan, terkait pemanggilan ini, dirinya masih berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu.

"Saat ini saya masih koordinasi dengan Sekda, mohon bersabar untuk kawan-kawan media ya," kata Sri Hartika.

Klarifikasi tersangka

Sementara itu, tersangka He saat ditemui Kompas.com membenarkan bahwa dirinya dilaporkan rekan bisnisnya dalam kasus dugaan penipuan yang terjadi sejak 2015.

He mengatakan, dalam perkara ini dirinya sangat kooperatif dengan polisi.

He menuntut kepastian hukum dari polisi yang menangani kasusnya sejak 2018.

"Pada 2018 saya ditetapkan tersangka. Hingga sekarang, kasus saya tak kunjung mendapatkan kepastian hukum. Beberapa kali berkas saya dari polisi selalu dinyatakan tidak lengkap oleh jaksa saat dilimpahkan ke jaksa. Jadi selama 3 tahun kasus saya terkatung-katung," kata He.

Baca juga: Jadi Tersangka, Eks Gubernur Bengkulu Bantah Tipu Rekan Bisnis Pakai Cek Kosong

Menurut He, selain Gubernur Bengkulu, ada 3 orang lainnya yang menjamin penangguhan penahanan terhadap dirinya.

Masing-masing yakni Ibu kandung dan dua orang kerabat.

Adapun dua kerabatnya itu berprofesi sebagai jaksa senior.

He membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya tidak kooperatif dan tidak memenuhi wajib lapor.

"Meski saya tidak lagi wajib lapor tiap minggu, namun saya tetap kooperatif apabila ditelepon untuk dimintai keterangan, saya pasti akan datang ke Polda. Namun selama itu pula saya tidak pernah ditelepon atau mendapatkan surat untuk datang ke Mapolda Bengkulu. Saya juga tidak melarikan diri hingga saat ini," kata He.

He juga menjelaskan bahwa Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjadi penjamin dalam kasusnya, karena saat itu dia masih berstatus sebagai ASN di lingkungan Pemprov Bengkulu.

"Menurut saya tak ada masalah, Gubernur menjaminkan dirinya pada saya, karena saat itu saya bawahan Gubernur," tegasnya.

Duduk perkara kasus

Kasus dugaan penipuan yang menjadikan He tersangka berawal dari urusan bisnis ponsel antara He, IH, dan MA pada 2015.

Saat itu, He memiliki kenalan, yakni MA dan hendak memulai bisnis ponsel. Lalu, IH meminta dikenalkan pada MA untuk ikut menanam saham sebesar Rp 1 miliar.

Selanjutnya, IH dan MA melakukan transaksi bisnis tanpa sepengetahuan He.

IH mentransferkan uang langsung pada rekening orang dekat MA tanpa sepengetahuan He.

"IH main bisnis mentransfer uang tanpa sepengetahuan saya pada MA. Bukti transfernya ada saya berikan ke polisi. Sepeser pun saya tidak melihat uangnya, sedikit pun saya tak sentuh uang IH. Lalu saya dilaporkan IH karena menipu. Mereka berbisnis di belakang saya. Saat IH ditipu MA, saya dilaporkan IH," kata He.

Kasus ini menjadi rumit saat MA sampai saat ini tak kunjung menyerahkan diri ke Polda Bengkulu.

Begitu juga pihak polisi hingga kini belum mampu meringkus MA untuk dimintai keterangan, sehingga mengakibatkan status tersangka He menjadi terkatung-katung.

"Pada kasus ini saya juga korban. Bayangkan 3 tahun saya menanti kepastian hukum, banyak kerugian moral dan materiil yang saya alami. Saya percaya polisi dapat bertindak obyektif untuk dapat menghentikan kasus ini hingga MA mampu diringkus oleh polisi," kata He.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Setia Makmur Tenggelam di Laut Arafura, 15 ABK Hilang

KM Setia Makmur Tenggelam di Laut Arafura, 15 ABK Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Juli 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Juli 2022

Regional
Penjelasan Polisi Soal Moge Dikawal Petugas Masuk Tol Pekanbaru-Bangkinang yang Belum Resmi Dibuka

Penjelasan Polisi Soal Moge Dikawal Petugas Masuk Tol Pekanbaru-Bangkinang yang Belum Resmi Dibuka

Regional
Motif Pria Bunuh Ibu Kandungnya di NTT, Stres Berpisah dengan Istri dan Anaknya

Motif Pria Bunuh Ibu Kandungnya di NTT, Stres Berpisah dengan Istri dan Anaknya

Regional
Detik-detik Damkar Tangkap Piton 5 Meter di Parepare, Kesulitan karena Sembunyi di Bebatuan

Detik-detik Damkar Tangkap Piton 5 Meter di Parepare, Kesulitan karena Sembunyi di Bebatuan

Regional
Diduga Depresi karena Menganggur, Warga Pemalang Tewas Gantung Diri

Diduga Depresi karena Menganggur, Warga Pemalang Tewas Gantung Diri

Regional
5 Hari Hilang Terseret Banjir, Remaja 13 Tahun di NTT Ditemukan Tewas

5 Hari Hilang Terseret Banjir, Remaja 13 Tahun di NTT Ditemukan Tewas

Regional
Duduk Perkara Perusakan dan Pembakaran Rumah di Buleleng, Kepala Desa Adat Diduga Hasut Warga

Duduk Perkara Perusakan dan Pembakaran Rumah di Buleleng, Kepala Desa Adat Diduga Hasut Warga

Regional
Pemuda yang Hilang Saat Menyelam di Pantai Harlem Jayapura Ternyata Mahasiswa Kedokteran Uncen

Pemuda yang Hilang Saat Menyelam di Pantai Harlem Jayapura Ternyata Mahasiswa Kedokteran Uncen

Regional
Pakai PLTS, Pengusaha Seni Ukir Relief di Jepara Hemat 50 Persen

Pakai PLTS, Pengusaha Seni Ukir Relief di Jepara Hemat 50 Persen

Regional
Wakili Jateng, Offroader Pemalang Sabet Emas Fornas VI Palembang

Wakili Jateng, Offroader Pemalang Sabet Emas Fornas VI Palembang

Regional
Profil Jayawijaya, Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan

Profil Jayawijaya, Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan

Regional
Nasib 46 Calon Haji Dideportasi, Perusahaan Jasa di Bandung Barat Tidak Resmi hingga Sempat Terdampar di Jeddah

Nasib 46 Calon Haji Dideportasi, Perusahaan Jasa di Bandung Barat Tidak Resmi hingga Sempat Terdampar di Jeddah

Regional
Polisi Tangkap Anak yang Bunuh Ibunya di NTT, Pelaku Diduga Stres

Polisi Tangkap Anak yang Bunuh Ibunya di NTT, Pelaku Diduga Stres

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.