Soal Pesta di Pulau Semau Saat Pandemi, Mahasiswa Laporkan Gubernur NTT ke Polisi

Kompas.com - 02/09/2021, 22:28 WIB
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kupang, bertemu dengan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna, usai melaporkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Kamis (2/9/2021) Dokumen Tonny UspupuSejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kupang, bertemu dengan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna, usai melaporkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Kamis (2/9/2021)

KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kupang, melaporkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat ke Polda NTT pada Kamis (2/9/2021) petang.

Mereka melaporkan Viktor terkait kerumunan dalam acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pantai Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (27/8/2021).

Sebelum melaporkan Viktor, mahasiswa dari sejumlah organisasi kepemudaan seperti PMKRI, PMII, HMI, GMNI IMM dan GMKI, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTT, mulai pukul 12.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Koordinator Lapangan sekaligus Presidium Pergerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Cabang Kupang Tonny Uspupu mengatakan, mahasiswa melaporkan Viktor, karena diduga melanggar Pasal 216 ayat KUHP Ayat 1, Pasal 510 KUHP, Pasal 5 dan 14 UU Nomor 4/1984 tentang wabah penyakit menular.

Viktor sebagai Gubernur NTT, lanjut Tonny, juga dinilai melanggar Pasal 93 UU Nomor 06/2018 tentang Karantina Kesehatan, serta Pasal 15 Ayat 5 Pergub NTT Nomor 26/2020 tentang Tatanan Normal Baru di Provinsi NTT, dan Perkapolri Nomor Mak/02/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19.

Baca juga: Menyoal Pesta di Pulau Semau Saat Pandemi, Dihadiri Gubernur NTT dan Berdalih Digelar di Zona Hijau

"Alasan kami melapor Gubernur NTT, karena di tengah bangsa ini sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19 dan penerapan PPKM, justru dilanggar oleh pemerintah sendiri," ujar Tonny, kepada Kompas.com, Kamis malam.

Menurut Tonny, Viktor dan pejabat lainnya, melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan saat penerapan PPKM.

Ia menyebut, Viktor mengikuti acara di Pulau Semau yang diisi dengan kegiatan pesta.

"Mereka berpesta di atas penderitaan rakyat itu sendiri. Rakyatnya di kandang, mereka justru senang-senang dengan berpesta," kata Tonny.

Ia pun mengungkap alasan lain mahasiswa melaporkan Viktor. Mahasiswa telah menuntut permintaan maaf Viktor terkait masalah tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Pemerkosa Anak Kandung di Salatiga Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Regional
Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Tes Acak Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, 1 Orang Positif Covid-19

Regional
Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Chat Terakhir Dj Indah Cleo ke Sang Adik, Kabari Double O Club Sorong Mulai Berasap

Regional
'Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara'

"Kami Selaku Orangtua Bangga, karena Dia Gugur Saat Tugas Negara"

Regional
Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Ketua KONI Kampar Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang Rp 46 M

Regional
Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas 'Debt Collector', Jatuh lalu Digilas

Detik-detik Polisi Bergelantung dan Terseret 1 Kilometer di Mobil yang Diduga Dirampas "Debt Collector", Jatuh lalu Digilas

Regional
Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Bentrokan di Sorong, 2 Tersangka Pertikaian di Double O Berasal dari Satu Kelompok

Regional
Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Bupati Blora soal Dugaan Kejanggalan Tes Perades: Kalau Ada yang Tidak Puas, Silakan Menggugat

Regional
Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Sosok DJ Indah Cleo yang Tewas Saat Bentrokan di Sorong, Baru 3 Hari Kerja di Double O Club

Regional
DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

DJ Indah Cleo Dikabarkan Jadi Korban Bentrokan di Sorong, Begini Cara Polisi Lakukan Tes DNA

Regional
Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Cerita di Balik Permohonan Suntik Mati Nazaruddin Razali yang Ditolak Pengadilan, Ada Keramba yang Direlokasi

Regional
Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Diduga Terima Suap Rp 1,4 M dari Proyek Pembangunan Rumah MBR, ASN di NTT Ditahan

Regional
Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Satu dari 5 Warga Batam Probable Omicron Bagian Rombongan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Regional
14 Anak Anggota Geng Motor di Jambi Ditangkap, 1 Ditembak, Tersangka: Sakit, Pak...

14 Anak Anggota Geng Motor di Jambi Ditangkap, 1 Ditembak, Tersangka: Sakit, Pak...

Regional
Tambah 5, Total 7 Orang Warga Asli Batam Positif Omicron, Statusnya Probable

Tambah 5, Total 7 Orang Warga Asli Batam Positif Omicron, Statusnya Probable

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.