Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Peringatan, Pelaku Usaha di Solo yang Langgar PPKM Level 4 Langsung Ditutup

Kompas.com - 27/07/2021, 12:54 WIB
Labib Zamani,
Dony Aprian

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pelaku usaha di Solo, Jawa Tengah, yang masih melanggar aturan meski ada penyesuaian aturan selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 akan ditutup tanpa ada peringatan terlebih dahulu.

"Kalau itu (pelaku usaha) melanggar tutup. Langsung ditutup tidak ada peringatan satu, dua. Tapi langsung tutup," tegas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Arif Darmawan, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Terapkan PPKM Level 4, Wakil Wali Kota Kupang: Tidak Pakai Masker Kami Larang Masuk

Berdasarkan surat edaran Wali Kota Solo Nomor 067/2284 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19 disebutkan warung makan/ warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya serta restoran/ rumah makan dan kafe dengan lokasi tersendiri diizinkan makan di tempat dengan maksimal pengunjung 25 persen dari kapasitas.

Kemudian, kursi dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter atau maksimal tiga tikar serta durasi makan setiap pengunjung maksimal 20 menit dan menerapkan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara untuk restoran/rumah makan dan kafe yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/ mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

"Nanti khusus untuk makan kita lihat kerumunannya bagaimana. Kemudian makan 20 menit itu cara bagaimana masih kita cari formulasinya," kata Arif.

Dengan adanya penyesuaian aturan PPKM Level 4, Arif mengaku akan meningkatkan patroli rutin untuk pengawasan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Wonogiri Berlakukan PPKM Level 4

Patroli akan menyasar ke lokasi rawan, terutama potensi kerumunan, seperti kawasan selter pedagang kaki lima (PKL) Manahan, Jalan Bhayangkara, Jalan Jayawijaya, dan Pasar Klitikan.

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan beberapa penyesuaian kepada sentra ekonomi selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Penyesuaian aturan PPKM Level 4 dimulai dengan dibukanya aktivitas pasar tradisional/ pasar darurat, baik yang menjual kebutuhan pokok (sehari-hari) maupun non-kebutuhan sehari-hari.

Waktu proses jual beli barang pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari/ kebutuhan pokok sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Kemudian waktu proses jual beli barang pasar yang menjual non-kebutuhan sehari-hari sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Adapun kapasitas pengunjung 50 persen. Paling sedikit satu kali dalam seminggu dilakukan penyemprotan disinfektan.

Penyesuaian aturan juga diberikan kepada pelaku usaha. Pada PPKM Darurat, pelaku usaha hanya diperbolehkan take away dan delivery.

Pada PPKM Level 4 pengunjung boleh makan di tempat maksimal 25 persen dari kapasitas dengan jaga jarak dan durasi makan setiap pengunjung maksimal 20 menit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Regional
'Endorse' Situs Judi 'Online', 5 Selebgram di Banten Ditangkap

"Endorse" Situs Judi "Online", 5 Selebgram di Banten Ditangkap

Regional
Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

Regional
Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Regional
Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Kilas Daerah
Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba, Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung

Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba, Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung

Regional
Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Regional
Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Regional
Dua Desa di Sikka NTT Dilanda Hujan Abu Gunung Lewotobi

Dua Desa di Sikka NTT Dilanda Hujan Abu Gunung Lewotobi

Regional
RSUD Nunukan Kolaps, Bupati Mengaku Sudah Kerap Tawarkan Solusi, tapi Dirut Terus Menolak

RSUD Nunukan Kolaps, Bupati Mengaku Sudah Kerap Tawarkan Solusi, tapi Dirut Terus Menolak

Regional
Kasus Wanita Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak Naik Status ke Penyidikan

Kasus Wanita Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak Naik Status ke Penyidikan

Regional
Sepekan Dibuka, Posko PPDB di Lampung Terima 5 Aduan Orangtua

Sepekan Dibuka, Posko PPDB di Lampung Terima 5 Aduan Orangtua

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com