Upacara Yadnya Kasada, Ritual Warga Tengger Larung Kurban ke Kawah Gunung Bromo

Kompas.com - 25/06/2021, 06:06 WIB
Masyarakat Suku Tengger berdoa sebelum mengambil air suci di Goa Widodaren  di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Ritual berdoa dan ambil air suci tersebut merupakan rangkaian  perayaan Yadnya Kasada bagi masyarakat Suku Tengger. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUMasyarakat Suku Tengger berdoa sebelum mengambil air suci di Goa Widodaren di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Ritual berdoa dan ambil air suci tersebut merupakan rangkaian perayaan Yadnya Kasada bagi masyarakat Suku Tengger.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Peringatan Yadnya Kasada 2021 rencananya akan digelar pada 25 Juni 2021. Upacara tersebut tertutup untuk umum dam jumlah masyarakat Suku Tengger yang masuk ke kawasan juga dibatasi.

Yadnya Kasada adalah ritual kurban ke kawah Gunung Bromo yang digelar setahun sekali setiap bulan Kasada hari ke-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger.

Aneka persembahan atau sesaji, mulai dari makanan, hasil pertanian hingga ternak seperti ayam dan kambing, dilarung ke dalam kawah sebagai persembahan kepada Dewa Brahma.

Baca juga: Upacara Kasada 2021 Suku Tengger, Jumlah Warga Dibatasi, Dijaga 200 Anggota Petugas

Puncak Yadnya Kasada digelar tepat saat bulan purnama menerangi kawah Bromo.

Masyarakat Suku Tengger menggelar doa-doa Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo lalu melarung sesaji ke kawah.

Sebelum pandemi, masyarakat Tengger akan berdatangan seminggu sebelum puncak ritual untuk melarung sesaji.

Masyarakat Tengger tak hanya di wilayah Probolinggo, tetapi juga di Kabupaten Malang dan Pasuruan.

Baca juga: Peringatan Yadnya Kasada 2021, Masyarakat Suku Tengger Harus Bawa Surat Keterangan Negatif Covid-19

Masyarakat Suku Tengger dengan mengenakan masker berada di mobil bak terbuka menuju kawasan Gunung Bromo untuk melaksanakan perayaan Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Perayaan Yadnya Kasada merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Suku Tengger dengan melarung sesaji berupa hasil bumi dan ternak ke kawah Gunung Bromo.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Masyarakat Suku Tengger dengan mengenakan masker berada di mobil bak terbuka menuju kawasan Gunung Bromo untuk melaksanakan perayaan Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Perayaan Yadnya Kasada merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Suku Tengger dengan melarung sesaji berupa hasil bumi dan ternak ke kawah Gunung Bromo.
Ada yang membawa ayam hidup, aneka makanan, bahkan uang untuk persembahan. Sesaji yang dilarung ini merupakan hasil kekayaan Suku Tengger setiap tahunnya.

Mereka melakukan upacara itu agar terhindari dari musibah dan diberikan kemakmuran oleh leluhur.

Sesaji yang dilarung ke Kawah Bromo diperebutkan oleh puluhan orang usai dukun, tokoh masyarakat dan warga Suku Tengger memanjatkan doa meminta keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan.

Sebelum sesaji dilarung, jajanan dan makanan beserta lauk-pauknya diletakkan di bibir kawah.

Baca juga: Pembuatan Konten Komersial di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dikenakan Tarif

Di atas makanan tersebut, dupa ditancapkan dan dinyalakan. Saat sesaji dilemparkan ke dalam kawah, beberapa orang turun ke lereng kawah yang labil.

Mereka bertaruh nyawa untuk menangkap sesaji yang dilemparkan dari bibir kawah. Mereka telah menyiapkan sejenis jaring dan bahkan membentangkan terpal agar sesaji bisa ditangkap.

Ritual Yadnya Kasada akan terus dilestarikan, apa pun kondisinya. Warga percaya bahwa ritual di Gunung ini tetap harus dilakukan meski status gunung sedang waspada, erupsi, turun hujan deras maupun angin kencang.

Baca juga: Minta Bromo Tidak Buru-buru Dibuka, Tokoh Suku Tengger: Persiapannya Harus Matang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

Regional
Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Regional
Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Regional
Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Regional
2 Nelayan Lombok Timur Hilang Diterjang Angin Kencang Saat Melaut

2 Nelayan Lombok Timur Hilang Diterjang Angin Kencang Saat Melaut

Regional
Sudah Lama Diincar, 4 Pengedar Narkoba di Baubau Ditangkap Polisi

Sudah Lama Diincar, 4 Pengedar Narkoba di Baubau Ditangkap Polisi

Regional
Pekerja PLTU Timor Kupang yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 72 Orang

Pekerja PLTU Timor Kupang yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 72 Orang

Regional
Oknum ASN di Rembang Korupsi Rp 113 Juta, Begini Respons Bupati

Oknum ASN di Rembang Korupsi Rp 113 Juta, Begini Respons Bupati

Regional
Cekcok, Ayah dan Anak Bacok Tetangga hingga Tewas dengan 13 Luka

Cekcok, Ayah dan Anak Bacok Tetangga hingga Tewas dengan 13 Luka

Regional
Nyatakan Perang dengan Geng Motor di Jambi, Polisi Amankan 54 Orang

Nyatakan Perang dengan Geng Motor di Jambi, Polisi Amankan 54 Orang

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa Rp 3 Miliar, Staf Desa di Ambon Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 3 Miliar, Staf Desa di Ambon Ditahan

Regional
Menteri PPPA: Presiden Serius terhadap Perlindungan Anak

Menteri PPPA: Presiden Serius terhadap Perlindungan Anak

Regional
Tak Menyangka Terjadi Bentrokan yang Tewaskan 18 Orang, Wali Kota Sorong Minta Warga Tahan Diri

Tak Menyangka Terjadi Bentrokan yang Tewaskan 18 Orang, Wali Kota Sorong Minta Warga Tahan Diri

Regional
PLTSa Putri Cempo Solo Tak Kunjung Beroperasi, Menteri ESDM Berikan Penjelasan

PLTSa Putri Cempo Solo Tak Kunjung Beroperasi, Menteri ESDM Berikan Penjelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.