Pejuang Laut Timor Sebut Warga NTT Merugi Rp 164 Triliun karena Tumpahan Minyak Montara

Kompas.com - 24/06/2021, 11:36 WIB
Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni Dokumentasi Ferdi TanoniKetua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni

KUPANG, KOMPAS.com - Sudah 12 tahun berlalu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) belum juga menerima kompensasi dari dampak tumpahan minyak Montara.

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni, mendesak Pemerintah Australia-Thailand dan PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia agar segera membayar kompensasi penuh kepada seluruh rakyat NTT.

Ferdi yang menyuarakan kasus itu sejak tahun 2009 menyebut bahwa tumpahan minyak di perairan Pulau Timor itu menyebabkan petani rumput laut di 13 daerah di NTT mengalami kerugian Rp 164 triliun.

Baca juga: Kalah dari Petani Rumput Laut NTT dalam Kasus Tumpahan Minyak Montara, PTTEP Bersiap Banding

Ferdi menjelaskan, Pemerintah Australia-Indonesia-Thailand dan PTTEP telah menjawab surat PBB soal petaka tumpahan minyak montara yang merupakan insiden tumpahan terbesar dalam sejarah industri minyak lepas pantai Australia.

Tumpahan minyak itu, kata Ferdi, terjadi di lepas pantai Australia Barat di Laut Timor pada Agustus 2009.

Tumpahan itu mengalir selama lebih dari 70 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam beberapa minggu, minyak terlihat di perairan Indonesia dan di sepanjang pantai Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Ferdi, kepada Kompas.com, Kamis (24/6/2021).

Akibatnya kata Ferdi, ribuan petani dan nelayan rumput laut serta para nelayan kehilangan mata pencaharian.

Baca juga: Semua RS di Pamekasan Sudah Tak Bisa Menerima Pasien Covid-19 karena Tak Ada Ruang Isolasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Pengayoman IV Tenggelam, Pelabuhan Cilacap Ditutup Sementara

Kapal Pengayoman IV Tenggelam, Pelabuhan Cilacap Ditutup Sementara

Regional
Surabaya Terpilih Jadi 'Pilot Project' Wisata Medis, Eri Cahyadi: Semua Tahapan Sudah Kita Lakukan

Surabaya Terpilih Jadi "Pilot Project" Wisata Medis, Eri Cahyadi: Semua Tahapan Sudah Kita Lakukan

Regional
Capaian Dosis Pertama Baru 36,77 Persen, Wakil Ketua Komisi IX: Kita Dorong Distribusi Vaksin Lebih Lancar

Capaian Dosis Pertama Baru 36,77 Persen, Wakil Ketua Komisi IX: Kita Dorong Distribusi Vaksin Lebih Lancar

Regional
Kisah 7 Nelayan, Selamat dan Terdampar Usai Kapal Katamarasa Tenggelam di Perairan Moyo NTB

Kisah 7 Nelayan, Selamat dan Terdampar Usai Kapal Katamarasa Tenggelam di Perairan Moyo NTB

Regional
139 Mahasiswa di Kalbar Positif Covid-19, Rektor Bantah Perkuliahan Telah Dimulai

139 Mahasiswa di Kalbar Positif Covid-19, Rektor Bantah Perkuliahan Telah Dimulai

Regional
Kapal Sirimau Dialihkan untuk Tempat Isolasi, Pedagang NTT Mengeluh Tak Bisa Pasarkan Bawang

Kapal Sirimau Dialihkan untuk Tempat Isolasi, Pedagang NTT Mengeluh Tak Bisa Pasarkan Bawang

Regional
Kakek Kurmen Ditemukan Tewas Terbakar di Kasur, Api Diduga Berasal dari Rokok Korban

Kakek Kurmen Ditemukan Tewas Terbakar di Kasur, Api Diduga Berasal dari Rokok Korban

Regional
Kapal Pengayoman IV Angkut 2 Truk Tronton Pembawa Batu Split, Sebelum Tenggelam Terlihat Miring

Kapal Pengayoman IV Angkut 2 Truk Tronton Pembawa Batu Split, Sebelum Tenggelam Terlihat Miring

Regional
Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Nusakambangan, 5 Penumpang Selamat dan 2 Tewas

Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Nusakambangan, 5 Penumpang Selamat dan 2 Tewas

Regional
Bantu Daerah Gelar Belajar Tatap Muka, BIN Vaksinasi 300.000 Pelajar di Jatim

Bantu Daerah Gelar Belajar Tatap Muka, BIN Vaksinasi 300.000 Pelajar di Jatim

Regional
Video Viral, Pagar Rumah dari Kolam Koi Seharga Rp 50 Juta, Ada 80 Ekor Ikan di Dalamnya

Video Viral, Pagar Rumah dari Kolam Koi Seharga Rp 50 Juta, Ada 80 Ekor Ikan di Dalamnya

Regional
300.000 Dosis Vaksin Menumpuk di Sumbar, Ada yang Sudah Kedaluwarsa

300.000 Dosis Vaksin Menumpuk di Sumbar, Ada yang Sudah Kedaluwarsa

Regional
Pemkab Nganjuk Permak Kawasan Jantung Kota, Anggaran Capai Rp 22 Miliar, Target Rampung Akhir 2021

Pemkab Nganjuk Permak Kawasan Jantung Kota, Anggaran Capai Rp 22 Miliar, Target Rampung Akhir 2021

Regional
Dibantu TNi Polri, 350 UMKM Jabar Lakukan Tranformasi Digital

Dibantu TNi Polri, 350 UMKM Jabar Lakukan Tranformasi Digital

Regional
Fakta-fakta Perampokan Toko Emas di Medan, dari Perencanaan, Pelarian, Asal Senpi hingga Tempat Usaha Kini Diwajibkan Punya CCTV

Fakta-fakta Perampokan Toko Emas di Medan, dari Perencanaan, Pelarian, Asal Senpi hingga Tempat Usaha Kini Diwajibkan Punya CCTV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.