Dituduh Turunkan Kualitas Beras, Pekerja Pabrik Di-PHK Sepihak, Disuruh Bayar Rp 13 Miliar, Ini Ceritanya

Kompas.com - 14/06/2021, 20:29 WIB
Para pekerja pabrik PT Belitang Panen Raya saat menggelar konfrensi pers terkait PHK sepihak yang dilakukan perusahaan, Senin (14/06/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPara pekerja pabrik PT Belitang Panen Raya saat menggelar konfrensi pers terkait PHK sepihak yang dilakukan perusahaan, Senin (14/06/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Puluhan pekerja pabrik PT Belitang Panen Raya (BPR) yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh manajemen perusahaan lantaran dituduh menurunkan kualitas beras.

Sahir Cahyono (28) salah satu pekerja yang terkena PHK mengatakan, semula ia mendapatkan perintah pimpinan untuk menaikan suhu mesin pengeringan beras yang ada didalam pabrik.

Namun, setelah suhu dinaikan beras yang dihasilkan ternyata dalam keadaan buruk sehingga menimbulkan kualitas beras yang jelek.

"Saya diminta untuk ganti rugi ke perusahaan Rp 13 miliar. Padahal itu perintah atasan untuk menaikan suhu," kata Sahir saat menggelar konfrensi pers bersama para buruh yang lain di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/06/2021).

Baca juga: Viral Video TKA Tendang Makanan Karyawati Pabrik, Pelaku Di-PHK, Korban Teken Pernyataan Tidak Menuntut

Disuruh bayar kerugian perusahaan Rp 13 miliar

Merasa tak bersalah, Sahir lantas menolak untuk membayar kerugian tersebut. Sehingga manajemen perusahaan pun memintanya untuk berhenti bekerja secara lisan.

"Surat pemberhentiannya tidak ada, hanya lisan saja. Tetapi saya sudah tidak kerja lagi sejak Juni 2020," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama bekerja, sejak tahun 2020, Sahir mengaku dibayar di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten OKU Timur. Gaji yang ia terima hanya sebesar Rp 3 juta per bulan. Padahal, UMK Kabupaten OKU Timur pada waktu itu adalah Rp 3.114.928 per bulan.

Baca juga: Buntut Pengunduran Diri Massal di Dinkes Banten, 4 Mantan Pejabat Dipecat sebagai ASN

Pekerja yang masuk serikat buruh diintimdasi

Menurut Sahir, intimidasi dari perusahaan mulai timbul setelah mereka membentuk serikat pekerja bernama Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FSPP) di pabrik PT Belitang Panen Raya pada 30 Januari 2020.

Saat itu banyak pekerja yang diminta untuk keluar agar tak masuk dalam serikat pekerja.

Mereka yang menolak pun akan dimutasi hingga dipecat oleh manajemen tanpa keterangan yang jelas.

"Saya waktu itu disodorkan surat oleh manajemen agar menandatangani, isinya menyatakan diri saya keluar dari serikat pekerja. Tetapi saya menolak, sehingga terus diintimidasi sampai akhirnya saya di-PHK sepihak," ungkapnya.

Baca juga: Di-PHK, 3 Eks Karyawan dan Orang Dalam Sekongkol Curi Kain Gorden Senilai Rp 1,49 M

Digaji di bawah UMR, tak ada BPJS, tak ada surat kontrak

Hal yang sama diutarakan oleh Hendra Febrianto (22), sejak bekerja pada 1 Maret 2018 sampai di PHK akhir tahun 2020 ia hanya digaji sebesar Rp 1.950.000 tanpa memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Saat bekerja, Hendra pun tak diberikan surat kontrak sehingga tak memiliki status yang jelas.

"Saya juga di PHK sepiihak tanpa kejelasan, itu karena saya menolak keluar dari serikat pekerja. Pada waktu itu kami meminta kenaikan gaji," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Munadi Berjuang Melawan Covid-19, Berhasil Sembuh, tetapi 6 Kerabatnya Meninggal...

Cerita Munadi Berjuang Melawan Covid-19, Berhasil Sembuh, tetapi 6 Kerabatnya Meninggal...

Regional
Pisah Sambut Kapolres Rembang Dituding Timbulkan Keramaian, Ini Kata Polda Jateng

Pisah Sambut Kapolres Rembang Dituding Timbulkan Keramaian, Ini Kata Polda Jateng

Regional
Kebut Capaian Vaksinasi, TNI AL Serbu Masyarakat Pesisir di Kabupaten Serang

Kebut Capaian Vaksinasi, TNI AL Serbu Masyarakat Pesisir di Kabupaten Serang

Regional
Pemprov Maluku Alokasikan Rp 39 Miliar untuk Pembayaran Insentif Nakes

Pemprov Maluku Alokasikan Rp 39 Miliar untuk Pembayaran Insentif Nakes

Regional
Alex Noerdin dan Jimly Asshiddiqie Diperiksa soal Pembangunan Masjid Sriwijaya

Alex Noerdin dan Jimly Asshiddiqie Diperiksa soal Pembangunan Masjid Sriwijaya

Regional
RS Beri Cairan Infus Kedaluwarsa, Terbongkar Saat Keluarga Pasien Lihat Tanggal Masa Berlaku di Botol

RS Beri Cairan Infus Kedaluwarsa, Terbongkar Saat Keluarga Pasien Lihat Tanggal Masa Berlaku di Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 29 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 29 Juli 2021

Regional
Total Rp 20 M, Pemkot Tasikmalaya Percepat Pembayaran Insentif Nakes

Total Rp 20 M, Pemkot Tasikmalaya Percepat Pembayaran Insentif Nakes

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 Juli 2021

Regional
Kasus Harian Covid-19 Turun, Kabupaten Semarang Masuk PPKM Level 4

Kasus Harian Covid-19 Turun, Kabupaten Semarang Masuk PPKM Level 4

Regional
Banda Aceh Terapkan PPKM Level 3, Ada Perubahan Aturan

Banda Aceh Terapkan PPKM Level 3, Ada Perubahan Aturan

Regional
Saat Jenderal Andika Perkasa Semangati Nakes RS TNI AD yang Terpapar Covid-19

Saat Jenderal Andika Perkasa Semangati Nakes RS TNI AD yang Terpapar Covid-19

Regional
Cakupan Vaksinasi di Blora Baru 15 Persen dari Target 715.000 Orang

Cakupan Vaksinasi di Blora Baru 15 Persen dari Target 715.000 Orang

Regional
Oknum PNS Pemprov Sulut Pemalsu Surat Hasil PCR Ditangkap

Oknum PNS Pemprov Sulut Pemalsu Surat Hasil PCR Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X