PPKM Berbasis Mikro di Yogyakarta Diperpanjang, Pemudik Bandel Bisa Dipulangkan

Kompas.com - 20/04/2021, 23:30 WIB
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, ditemui di kantornya Rabu (7/4/2021) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, ditemui di kantornya Rabu (7/4/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali diperpanjang selama dua minggu. Perpanjangan PPKM mikro kali ini ditambah aturan soal larangan mudik.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dengan isi yang hampir sama dengan PPKM berbasis mikro sebelumnya.

"Yang berbeda hanya soal larangan mudik saja, Supaya di tingkat kabupaten, kelurahan, desa, penerapan larangan mudik dilaksanakan. Itu bedanya. Perpanjangannya sama dua minggu," ujarnya ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Ayah Pelaku Pelemparan Batu di Kotagede Yogyakarta Antar Anaknya Mengaku ke Kantor Polisi

Larangan mudik tersebut bertujuan untuk mempersulit seseorang untuk melakukan perjalanan mudik.

Ia mencontohkan, jika seseorang melakukan mudik dari Jakarta ke Yogyakarta dengan pesawat terbang maka dalam aturan itu pesawat tidak diperkenankan terbang.

"Misalnya saja, rencananya dari pusat, pesawat terbang tidak terbang. Kereta api tidak jalan. Bus umum juga tidak. Tapi, kan kendaraan pribadi juga sulit kita bendung. Itu nanti filternya ada di desa-desa tujuan," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Filter yang ada di desa-desa ini maksudnya adalah pihak desa wajib melakukan skrining kepada para pendatang. Skrining tersebut mengarahkan pendatang untuk melakukan isolasi mandiri.

"Desa-desa itu akan melakukan skrining untuk mengarahkan supaya yang bersangkutan menerapkan isolasi. Jika ada yang curi start mudik, antisipasinya sekali lagi ada di linmas yang ada di desa," jelas dia.

Baca juga: Pemerintah Pusat Larang Mudik, Tiap Hari 2.000 Warga Mudik Awal ke Wonogiri

Isolasi tidak hanya untuk pendatang yang tiba di Yogyakarta pada tanggal 6 Mei tetapi juga wajib dilakukan bagi pendatang yang tiba sebelum tanggal 6 Mei. Pendatang atau pemudik bisa melakukan isolasi di shelter-shelter.

"Sebetulnya kan orang yang kita anggap ini kan seperti OTG ya. Maka, isolasi itu bisa menggunakan shelter atau rumah sendiri. Atau rumah yang dituju, itu yang harus dilakukan," ungkapnya.

Jika selama isolasi pemudik bandel tetap keluyuran maka pihak Desa atau RT RW setempat bisa mengusir para pemudik yang bandel.

"Kalau dia keluyuran ya suruh pulang lagi, lebih baik di rumah saja nanti diantar rantangan (makanan)," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Warga Rusak Ambulans yang Antar Jenazah Pasien Covid-19 di Jember, Alat Tabung Oksigen Ikut Dirusak

Kronologi Warga Rusak Ambulans yang Antar Jenazah Pasien Covid-19 di Jember, Alat Tabung Oksigen Ikut Dirusak

Regional
Fakta Preman Palak Sopir Truk di Lintas Sumatera, Pelaku Mabuk, Korban Belum Lapor Polisi

Fakta Preman Palak Sopir Truk di Lintas Sumatera, Pelaku Mabuk, Korban Belum Lapor Polisi

Regional
Buka Gerai Vaksin Tiap Hari, Polres Tegal Kota Juga Datangi Perusahaan

Buka Gerai Vaksin Tiap Hari, Polres Tegal Kota Juga Datangi Perusahaan

Regional
Pastor Hendra Wafat, Sosok Perintis Media Massa di Bangka

Pastor Hendra Wafat, Sosok Perintis Media Massa di Bangka

Regional
Kisah Kakek Safaruddin, Dapat Hadiah 2 Motor Usai Bersepeda 15 Km demi Divaksin

Kisah Kakek Safaruddin, Dapat Hadiah 2 Motor Usai Bersepeda 15 Km demi Divaksin

Regional
Anggota TNI Penganiaya 2 Pelajar Akhirnya Ditahan Denpom Kupang

Anggota TNI Penganiaya 2 Pelajar Akhirnya Ditahan Denpom Kupang

Regional
Seorang Pengusaha di Pontianak Lelang Rumahnya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Seorang Pengusaha di Pontianak Lelang Rumahnya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Detik-detik Seorang Pelajar Tewas Tersetrum, Berawal Terpeleset dari Atap Rumah

Detik-detik Seorang Pelajar Tewas Tersetrum, Berawal Terpeleset dari Atap Rumah

Regional
Bupati Seram Bagian Barat Yasin Payapo Meninggal Terpapar Covid-19, Sempat Minta Isolasi Mandiri

Bupati Seram Bagian Barat Yasin Payapo Meninggal Terpapar Covid-19, Sempat Minta Isolasi Mandiri

Regional
Stok Habis, Kabupaten Nunukan Kesulitan Vaksinasi Masyakarat untuk Suntikan Tahap 2

Stok Habis, Kabupaten Nunukan Kesulitan Vaksinasi Masyakarat untuk Suntikan Tahap 2

Regional
Kisah Haru Ayah di Solo, Unggah Foto Sepatu Bekas Dibarter Susu Anak

Kisah Haru Ayah di Solo, Unggah Foto Sepatu Bekas Dibarter Susu Anak

Regional
Sedang Hamil 7 Bulan, Nakes di Bantul Meninggal karena Covid-19, Humas RS: Kami Semua Kehilangan

Sedang Hamil 7 Bulan, Nakes di Bantul Meninggal karena Covid-19, Humas RS: Kami Semua Kehilangan

Regional
Bupati Seram Bagian Barat Yasin Payapo Meninggal, Gubernur Maluku: Kami Semua Kehilangan

Bupati Seram Bagian Barat Yasin Payapo Meninggal, Gubernur Maluku: Kami Semua Kehilangan

Regional
Kesulitan Cari Donor Plasma, Relawan Door to Door Bujuk Penyintas Covid-19

Kesulitan Cari Donor Plasma, Relawan Door to Door Bujuk Penyintas Covid-19

Regional
Sopir Truk Bentak Preman yang Hendak Memalaknya, Viral di Medsos dan Polisi Turun Tangan

Sopir Truk Bentak Preman yang Hendak Memalaknya, Viral di Medsos dan Polisi Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X