Nyala Api Abadi Mrapen Kali ini Diperkirakan Bertahan hingga 50 Tahun

Kompas.com - 20/04/2021, 20:04 WIB
Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang padam pada September 2020 lalu kini kembali menyala, Selasa (20/4/2021). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOApi Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang padam pada September 2020 lalu kini kembali menyala, Selasa (20/4/2021).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memperkirakan Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan bisa bertahan hingga 50 tahun.

Aliran gas alam tercatat disuplai dari dua titik pengeboran baru yang berjarak sekitar 60 meter dari titik destinasi. Sementara kedalaman sumur bor bersumber gas metana tersebut sekitar 40 meter.

"Kandungan gas rawa melimpah di kawasan Api Abadi Mrapen. Kali ini kami optimis Api Abadi Mrapen mampu bertahan hingga 50 tahun. Pastinya masih ada peluang lapisan yang lebih dalam melimpah kandungan gasnya," ungkap Handoko Teguh Wibowo, Ahli Geologi yang diterjunkan Dinas ESDM Provinsi Jateng untuk observasi dan mitigasi serta solusi mensoal padamnya Api Abadi Mrapen saat ditemui Kompas.com, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Enam Bulan Padam, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jatim ini memprediksi suplai gas rawa kali ini tidak akan mampu bertahan hingga ratusan tahun seperti sebelumnya.

"Reservoir atau tandon tempat gas terjebak berupa batu pasir di lapisan bawah mempunyai keterbatasan volume dan sudah release atau lepas ratusan tahun. Angka puluhan tahun adalah angka optimis dimana keberadaan gas di bawah masih tersimpan," terang dosen Jurusan Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ini.

Handoko Jebolan Oregon State University ini menyampaikan, secara teknis untuk upaya penyelamatan Api Abadi Mrapen diawali pada akhir Maret lalu setelah rampung disurvei pemetaan bawah permukaan hingga ditentukan dua titik pengeboran. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi dibor tak langsung keluar gas, ada berbagai cara salah satunya pengurasan  sumur. Intinya membuat gas itu terkonsentrasi di aliran air hingga keluar di lubang bor. Akhir Maret sudah keluar gas," jelas Handoko.

Selanjutnya pada awal April di pekan pertama mulai direalisasikan pembangunan infrastruktur pengendali untuk mendukung penyaluran gas dengan pipanisasi. Urutan fasilitas itu mulai dari lubang bor, separator, kompresor, tabung akumulator dan regulator.

"Melalui pipa dari lubang bor dialirkan ke separator untuk pemisahan air dan gas. Air yang terpisah dibuang ke saluran, kemudian gas masuk inlet kompresor dengan disedot dan dinaikkan tekanannya untuk ditampung di tabung. Tampungan gas disalurkan ke tungku utama dengan terlebih dulu diturunkan tekanannya menggunakan regulator," terang Handoko.

Baca juga: Ganjar Nyalakan Kembali Api Abadi Mrapen

 

Untuk diketahui, Gubernur  Jawa Tengah Ganjar Pranowo  meresmikan terealisasinya upaya penyelamatan kembali Api Abadi  Mrapen  di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (20/4/2021).

Dalam kegiatan tersebut, pada puncaknya, Ganjar menyalakan kembali titik Api Abadi Mrapen menggunakan obor dengan didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng Nugroho Rachmadi dan Sekda Grobogan Moh Sumarsono. 

Diketahui, api biru legendaris yang telah berkobar dari masa ke masa tersebut padam pada September 2020.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, pascapadam enam bulan lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan upaya penyelamatan Api Abadi Mrapen. 

Tim Dinas ESDM Provinsi Jateng beserta ahli geologi selanjutnya diterjunkan untuk melakukan kajian



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

Regional
Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Regional
243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

Regional
9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

Regional
Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Regional
Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Regional
Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Regional
Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Regional
Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Regional
Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Regional
Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Regional
2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

Regional
Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Regional
Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.