Oknum Kepala Desa Terlibat Pencurian Rel Kereta Api Rute Bogor-Sukabumi, Ini Faktanya

Kompas.com - 24/03/2021, 07:13 WIB
Ilustrasi pencuri SHUTTERSTOCKIlustrasi pencuri

KOMPAS.com- Rel kereta api ganda di lintasan Kabupaten Bogor-Sukabumi dicuri.

Yang mengejutkan, salah satu terduga pelakunya ternyata adalah oknum kepala desa berinisial RI.

Dia ditangkap bersama empat orang tersangka lainnya, AS, K, S dan MR.

"Kelima tersangka berinisial AS, K, RI, S dan MR di Kecamatan Cigombong," kata Kapolres Bogor AKBP Harun dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Rel Kereta Api Rute Bogor - Sukabumi Dicuri, Dijual ke Tukang Besi

Kepala desa mengisiasi pertemuan

Ilustrasi rel kereta api.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi rel kereta api.
Sebelum peristiwa terjadi, oknum Kades RI menginisiasi pertemuan bersama tersangka lain pada Selasa (19/1/2021) malam.

Mereka menetapkan akan mencuri rel kereta api di kilometer 20 + 600.

Titik tersebut berada di antara Stasiun Cigombong, Bogor dan Stasiun Cicurug, Sukabumi.

Mereka lalu melaksanakan pencurian yang sudah direncanakan pada Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Apakah Zainal Abidin Adalah Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami? Ini Rentetan Kejadiannya dari Tahun ke Tahun

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Regional
Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Regional
Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Regional
Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Regional
12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

Regional
Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Regional
Pengakuan Anggota Ormas yang Lakukan Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora

Pengakuan Anggota Ormas yang Lakukan Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora

Regional
Klaster Tarawih di Purbalingga Meluas, 31 Orang Positif Covid-19, Termasuk Imam Masjid

Klaster Tarawih di Purbalingga Meluas, 31 Orang Positif Covid-19, Termasuk Imam Masjid

Regional
Provokator Saat Penyekatan Mudik Ditangkap, Polisi: Anggota Saya Ditendang

Provokator Saat Penyekatan Mudik Ditangkap, Polisi: Anggota Saya Ditendang

Regional
Cerita AKP Rizky, Peluk dan Tenangkan Pemudik yang Sempat Lakukan Provokasi di Pos Penyekatan

Cerita AKP Rizky, Peluk dan Tenangkan Pemudik yang Sempat Lakukan Provokasi di Pos Penyekatan

Regional
2 Orang Tewas, 7 Luka-luka akibat Ledakan Saat Meracik Petasan di Tulungagung

2 Orang Tewas, 7 Luka-luka akibat Ledakan Saat Meracik Petasan di Tulungagung

Regional
351 Pekerja Migran Asal Jember Jalani Karantina 5 Hari di Hotel

351 Pekerja Migran Asal Jember Jalani Karantina 5 Hari di Hotel

Regional
2 Provokator Saat Penyekatan Mudik Ditangkap, Tendang Petugas hingga Positif Narkoba

2 Provokator Saat Penyekatan Mudik Ditangkap, Tendang Petugas hingga Positif Narkoba

Regional
Profil Novi Rahman Bupati Nganjuk yang Kena OTT KPK, Usia 41 Tahun,  Jabat Wakil Ketua DPW PKB Jatim

Profil Novi Rahman Bupati Nganjuk yang Kena OTT KPK, Usia 41 Tahun, Jabat Wakil Ketua DPW PKB Jatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X