Rel Kereta Api Rute Bogor - Sukabumi Dicuri, Dijual ke Tukang Besi

Kompas.com - 23/03/2021, 17:42 WIB
Kepolisian Resor Bogor mengamankan barang bukti pencurian besi rel kereta api Km 20+600 antara Stasiun Cigombong, Kabupaten Bogor dan Stasiun Cicurug, Sukabumi pada Selasa (23/3/2021). Dok Polres BogorKepolisian Resor Bogor mengamankan barang bukti pencurian besi rel kereta api Km 20+600 antara Stasiun Cigombong, Kabupaten Bogor dan Stasiun Cicurug, Sukabumi pada Selasa (23/3/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat, menangkap lima pelaku pencurian rel kereta api ganda atau double track di lintasan Kabupaten Bogor-Sukabumi.

Kelima orang tersebut ditetapkan tersangka setelah terbukti memotong rel kereta api, kemudian menjualnya ke tukang besi bekas.

"Kelima tersangka berinisial AS, K, RI, S dan MR di Kecamatan Cigombong," kata Kapolres Bogor AKBP Harun dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Jadi Capres Pilihan Milenial Menurut Survei, Ridwan Kamil: Tidak Pakai Buzzer

Para tersangka berasal dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah aparatur desa berinisial RI.

Harun mengatakan, kejadian bermula saat kelima pelaku melakukan pertemuan, lalu membicarakan rencana pencurian rel kereta api di kilometer 20 + 600.

Lokasi pencurian rel kereta api berada di antara Stasiun Cigombong, Kabupaten Bogor dan Stasiun Cicurug, Sukabumi.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh oknum kepala desa RI pada Selasa (19/1/2021) malam.

Baca juga: 10 Pelanggaran Lalu Lintas yang Dideteksi Kamera Tilang Elektronik

Dua hari setelah pertemuan tersebut, menurut Harun, para tersangka melaksanakan aksinya dengan memotong besi rel kereta tersebut.

"Modus operandinya memotong rel kereta api menjadi beberapa bagian, kemudian mengangkut besi rel tersebut untuk dijual ke tukang besi bekas," ucap Harun.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Nah, saat melakukan aksi pencurian tersebut, pelaku diketahui oleh petugas PT KAI," kata Harun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Regional
Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Regional
Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Regional
Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Regional
Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Regional
Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Regional
Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Regional
Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Regional
Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, 'Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?'

Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, "Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?"

Regional
Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik, 6 Travel Gelap dari Jakarta Tujuan Cianjur Diamankan Polisi

Hari Pertama Larangan Mudik, 6 Travel Gelap dari Jakarta Tujuan Cianjur Diamankan Polisi

Regional
Larangan Mudik Berlaku, Bundaran Waru Disekat, Masuk Surabaya Diperketat, Kendaraan Diminta Diputar Balik

Larangan Mudik Berlaku, Bundaran Waru Disekat, Masuk Surabaya Diperketat, Kendaraan Diminta Diputar Balik

Regional
Bupati Bogor: Banyak Mobil Bak Angkut Orang Ditutup Terpal, Kita Setop

Bupati Bogor: Banyak Mobil Bak Angkut Orang Ditutup Terpal, Kita Setop

Regional
Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Regional
Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X