Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maju Bakal Calon Wakil Wali Kota Semarang, Ade Bhakti Mendaftar ke PDI-P

Kompas.com - 10/05/2024, 19:07 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti resmi mengambil formulir pendaftaran pilkada di DPC PDI-P Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). 

Ade Bhakti tiba di Kantor DPC PDI-P Kota Semarang sekitar pukul 15.00 WIB dengan dikawal puluhan pendukungnya dengan pakaian serba hitam. 

Baca juga: Pernah Viral karena Nasi Goreng, Ade Bhakti Akan Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P

Kedatangan Ade Bhakti disambut sejumlah kader PDI-P. Salah satunya adalah Sekretaris DPC PDI-P Kota Semarang Kadar Lusman atau yang akrab disapa Pilus. 

"Saya ambil formulir wakil wali kota," jelas Ade Bhakti saat ditemui di Kantor DPC PDI-P Kota Semarang, Jumat (10/5/2024). 

Dia mempunyai alasan tersendiri kenapa memilih ambil formulir wakil wali kota. Salah satu sebabnya karena Ade Bhakti bukan kader PDI-P. 

"Karena lebih sadar diri, dan saya juga tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI-P," ucap dia. 

Menurutnya, peluang menjadi wakil wali kota lebih terbuka secara perhitungan yang telah dia diskusikan. 

"Harapan saya siapapun wali kota dari PDI-P kalau wakil bukan hanya awak sama sikil (badan dengan kaki) tetapi apa yang menjadi pikiran dan ide saya bisa memberikan masukan kepada wali kota siapapun itu," harapnya. 

Sebelum mengambil formulir pendaftaran, Ade Bhakti lebih dulu datang ke rumah orangtuanya. Dalam pertemuan tersebut, dia disarankan pergi ke DPC PDI-P Kota Semarang setelah ashar. 

"Maka saya ikuti sarannya. Udah pasti direstui orangtua karena bapak ibu saya masih sugeng (hidup),"imbuh Ade Bhakti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Regional
Rambutan Parakan Terima Sertifikat Indikasi Geografis Pertama

Rambutan Parakan Terima Sertifikat Indikasi Geografis Pertama

Regional
Air Minum Dalam Kemasan Menjamur di Sumbar, Warga Wajib Waspada

Air Minum Dalam Kemasan Menjamur di Sumbar, Warga Wajib Waspada

Regional
Bersama Mendagri dan Menteri ATR/BPN, Walkot Makassar Diskusikan Kebijakan Pemda soal Isu Air di WWF 2024

Bersama Mendagri dan Menteri ATR/BPN, Walkot Makassar Diskusikan Kebijakan Pemda soal Isu Air di WWF 2024

Regional
Ditahan 3 Hari, Dokter yang Cabuli Istri Pasien di Palembang Kena DBD

Ditahan 3 Hari, Dokter yang Cabuli Istri Pasien di Palembang Kena DBD

Regional
Pegi Disebut Otak Pembunuhan Vina Cirebon, Polisi: Ini Masih Pendalaman

Pegi Disebut Otak Pembunuhan Vina Cirebon, Polisi: Ini Masih Pendalaman

Regional
Tabrak Tiang Lampu, Pembonceng Sepeda Motor Asal Semarang Tewas di TKP

Tabrak Tiang Lampu, Pembonceng Sepeda Motor Asal Semarang Tewas di TKP

Regional
Tembok Penahan Kapela di Ende Ambruk, 2 Pekerja Tewas

Tembok Penahan Kapela di Ende Ambruk, 2 Pekerja Tewas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com