Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 WNI Jadi Tersangka Penyelundupan WN China ke Australia

Kompas.com - 10/05/2024, 22:35 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Enam warga Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, ditetapkan jadi tersangka penyelundupan sejumlah warga negara China ke Australia.

Mereka dijadikan tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (10/5/2024).

"Selain enam tersangka warga Indonesia, ada satu warga negara China juga ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy kepada Kompas.com, Jumat malam.

Baca juga: Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Ariasandy merinci, enam tersangka asal Provinsi Sulawesi Tengah yakni Marwin, Rudi Tastan, Abang, Bustang, Jamaludin dan Masir. Sedangkan satu warga China yakni Jiang Xiao Jia.

Setelah ditetapkan tersangka, lanjut dia, tujuh orang tersebut telah ditahan di Markas Polda NTT untuk proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, kata Ariasandy, proses pemeriksaan masih dilakukan untuk mendalami peran masing-masing dalam kasus penyelundupan ini.

Selain menetapkan tersangka, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa kapal yang membawa para warga negara China, telepon seluler dan paspor milik tersangka asal China.

"Untuk perkembangan kasusnya, akan kita sampaikan nanti," kata Ariasandy.

Sebelumnya diberitakan, petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap enam warga negara (WN) China, Kamis (9/5/2024).

Mereka ditangkap karena berlayar secara ilegal menuju dari Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menuju Australia.

Baca juga: WNA yang Aniaya Sopir Taksi di Bali Tertangkap Saat Hendak Kabur ke Australia

Warga negara China tersebut kemudian dibawa ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk diinterogasi.

"Mereka masih diperiksa di bagian Reskrimum (Reserse dan Kriminal umum) Polda NTT," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis malam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Profil Soemari Wongso Pawiro, Eks Wali Kota Solo yang Dimakamkan di Magelang

Profil Soemari Wongso Pawiro, Eks Wali Kota Solo yang Dimakamkan di Magelang

Regional
Kronologi Pria di Probolinggo Bunuh Tetangga karena Dituduh Mencuri Pisang Setandan

Kronologi Pria di Probolinggo Bunuh Tetangga karena Dituduh Mencuri Pisang Setandan

Regional
PPDB SMA dan SMK di Banten Dibuka 19 Juni 2024, Ini Jadwal, Syarat, dan Kuota

PPDB SMA dan SMK di Banten Dibuka 19 Juni 2024, Ini Jadwal, Syarat, dan Kuota

Regional
OJK Jateng Tangani Investasi Koperasi di Solo Janjikan Bunga Tinggi

OJK Jateng Tangani Investasi Koperasi di Solo Janjikan Bunga Tinggi

Regional
Incar 'Emak-emak' Pergi ke Pasar, Sindikat Begal Ditangkap Setelah Adu Tembak di Jalanan

Incar "Emak-emak" Pergi ke Pasar, Sindikat Begal Ditangkap Setelah Adu Tembak di Jalanan

Regional
Jadi yang Tercepat Saluran DAK Fisik dan Dana Desa, Pemkab HST Raih 2 Penghargaan dari DJPb Kalsel

Jadi yang Tercepat Saluran DAK Fisik dan Dana Desa, Pemkab HST Raih 2 Penghargaan dari DJPb Kalsel

Kilas Daerah
Cerita Teguh Prakosa Mencari Makam Eks Wali Kota Solo, Terakhir Ditemukan di Magelang

Cerita Teguh Prakosa Mencari Makam Eks Wali Kota Solo, Terakhir Ditemukan di Magelang

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 700 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 700 Meter

Regional
Puluhan Orangtua dan Murid SDN 212 Kota Jambi Gelar Aksi Unjuk Rasa

Puluhan Orangtua dan Murid SDN 212 Kota Jambi Gelar Aksi Unjuk Rasa

Regional
Bus Rombongan Siswa SMK Purworejo Kecelakaan di Tol Semarang, 3 Orang Dilarikan ke RS

Bus Rombongan Siswa SMK Purworejo Kecelakaan di Tol Semarang, 3 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Kudus Dihukum Celupkan Tangan di Air Panas hingga Melepuh, Kemenag: Ini Jelas Pelanggaran

Santri di Kudus Dihukum Celupkan Tangan di Air Panas hingga Melepuh, Kemenag: Ini Jelas Pelanggaran

Regional
Bocah 8 Tahun di Nunukan Dicabuli Tetangganya, Awalnya Korban Numpang Main Ayunan

Bocah 8 Tahun di Nunukan Dicabuli Tetangganya, Awalnya Korban Numpang Main Ayunan

Regional
Mengenal Bripda Sherly, Polwan Banyumas yang Hafal Al Quran 30 Juz

Mengenal Bripda Sherly, Polwan Banyumas yang Hafal Al Quran 30 Juz

Regional
Pakai Dana Hibah UEA Rp 14,2 Miliar, Penataan Taman Makam Pahlawan Solo Proses Lelang

Pakai Dana Hibah UEA Rp 14,2 Miliar, Penataan Taman Makam Pahlawan Solo Proses Lelang

Regional
Warga Amerika Ditemukan Tewas di Perairan Mentawai Usai 'Surfing'

Warga Amerika Ditemukan Tewas di Perairan Mentawai Usai "Surfing"

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com