Kisah Sukses Mantan TKW, Jadi Eksportir Kerajinan hingga ke-17 Negara

Kompas.com - 05/03/2021, 05:49 WIB
Holisa menunjukkan kerajian kalung dan gelang yang dibuatnya. Kerajinan tersebut sudah diekspor ke berbagai negara BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMHolisa menunjukkan kerajian kalung dan gelang yang dibuatnya. Kerajinan tersebut sudah diekspor ke berbagai negara

JEMBER, KOMPAS.com – Tujuh tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia membuat Holisa belajar banyak hal.

Tak hanya pengalaman pahit di tanah rantau, namun juga belajar keterampilan mengembangkan kerajinan.

Perempuan asal Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, itu terpaksa merantau karena desakan ekonomi sejak 1995 hingga 2002.

Ia berangkat hanya mengandalkan satu lembar ijazah sekolah dasar (SD). 

Ia ingin merubah nasib ekonominya menjadi lebih baik. Sebab, di desa, sulit menemukan pekerjaan.

Baca juga: Bupati Jember: Sekolah Online, Pelajaran Disiplin dan Tata Krama Hilang

 

Terpaksa, ia harus meninggalkan keluarga menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Negeri Jiran.

Holisa bercerita tentang kisahnya bekerja sebagai TKW. Saat itu, dia bekerja sebagai pembantu di salah satu rumah warga Malaysia.

Namun, setahun setelah bekerja, ia tidak digaji. Akhirnya, melarikan diri dari rumah majikan tanpa tujuan yang jelas.

Dalam pelarian itu, Holisa ditolong oleh seorang sopir di tengah jalan. Sang sopir menawari Holisa bekerja di restoran.

Namun, pemilik restoran menolak karena Elisa merupakan seorang pelarian.

“Akhirnya saya datang ke kantor polisi di sana,” kata dia, pada Kompas.com saat dihubungi, Kamis (4/3/2021).

Setelah itu, polisi mengantarnya ke kantor imigrasi. Di sanalah ia mendapat tawaran untuk bekerja di pabrik garmen di Perlis Malaysia.

Lisa menerima tawaran pekerjaan itu dan mulai bekerja kembali.

Bekerja sambil belajar

Selama bekerja di perusahaan garmen, Lisa mendapat kepercayaan dari majikannya untuk hadir ke berbagai kegiatan mewakili perusahaan.

Bahkan, tak hanya di Malaysia, namum hingga keluar negeri.

Selain sibuk bekerja, Lisa juga menyisihkan gajinya untuk kursus bahasa Inggris. Sebab, ketika bertemu dengan pengusaha di Malaysia, ada yang menggunakan bahasa Inggris.

Sisa penghasilannya juga ditabung sebagai bekal modal usaha ketika pulang kampung. Karena pengeluaran itu, ia tidak bisa mengirim uang pada keluarganya di Jember selama dua tahun.

Perempuan kelahiran 12 Agustus 1975 ini terus mengasah keterampilannya, belajar cara berbisnis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Regional
Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Regional
Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Regional
Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Medan Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Medan Hari Ini, 13 April 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X