Kompas.com - 24/02/2021, 05:35 WIB
Tim Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai berjibaku memadamkan api karhutla di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, Selasa (23/2/2021). Dok. Manggala Agni DumaiTim Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai berjibaku memadamkan api karhutla di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, Selasa (23/2/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan alias karhutla sangat parah terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau.

Bahkan, tim Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai, yang berjibaku di lokasi mengaku sudah sulit mengendalikan kebakaran.

"Yang parah terbakar saat ini di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Api mengarah ke perbatasan Dumai dengan Rokan Hilir (Rohil) dan sudah sulit dikendalikan," akui Kepala Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai Ismail Hasibuan saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/2/2021) malam.

Baca juga: Karhutla Juga Melanda Dumai, Puluhan Petugas Diterjunkan ke Lokasi untuk Pemadaman Api

Dia mengatakan, kebakaran hutan dan lahan ini seratus persen tanah gambut yang kering dan sangat mudah terbakar. Saat datang angin kencang, api semakin membesar.

Kedalaman gambut mencapai dua meter, yang membuat tim bekerja lebih keras untuk melakukan penyiraman air ke titik api.

"Untungnya sumber air cukup di lokasi," sebut Ismail.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai Sering Terjadi, Ini Penyebabnya

Ia mengaku, salah satu kendala memadamkan titik api karhutla, yakni jarak tempuh lokasi yang jauh.

Petugas harus menerobos hutan dengan memikul peralatan pemadaman, seperti mesin pompa air, selang dan nozel yang cukup berat.

"Untuk sampai ke lokasi tidak bisa pakai sepeda motor. Jadi anggota kita harus memikul peralatan," akui Ismail.

Baca juga: Kabut Asap Tipis akibat Karhutla Mulai Selimuti Kota Pekanbaru

Hingga saat ini, menurut dia, luas lahan yang terbakar sudah mencapai puluhan hektar. Kondisi titik api sudah sulit dikendalikan.

"Kalau kebakarannya sudah luas. Puluhan hektar ada. Itu semuanya lahan tanah gambut. Kami tim Manggala Agni dan petugas lainnya tetap berupaya memadamkan api," kata Ismail.

Sementara itu, titik api karhutla di lokasi lain, dia menyatakan sudah bisa dikendalikan dan tinggal pendinginan.

"Titik api di Bengkalis ada di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, dan Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, tinggal pendinginan. Begitu juga dengan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, tinggal melakukan pemadaman titik asap yang tersisa," pungkas Ismail.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X