Kabut Asap Tipis akibat Karhutla Mulai Selimuti Kota Pekanbaru

Kompas.com - 23/02/2021, 08:08 WIB
Petugas Manggala Agni Kota Dumai memadamkan titik api karhutla untuk mencegah kabut asap, di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (21/2/2021). Dok. Manggala Agni DumaiPetugas Manggala Agni Kota Dumai memadamkan titik api karhutla untuk mencegah kabut asap, di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (21/2/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kabut asap tipis menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (22/2/2021).

Kabut asap ini diduga akibat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi disejumlah daerah di Riau.

Dari pantauan Kompas.com, kabut asap tipis di ibu kota Provinsi Riau mulai terlihat sejak tadi pagi pukul 09.00 WIB hingga sore ini. Bau kebakaran gambut terasa menyengat di hidung.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebut, asap tipis tersebut bukan dari karhutla di Pekanbaru.

"Kabut asap tipis di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari (karhutla) Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Pelalawan yang dibawa angin dari timur laut," sebut Prakirawan BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna saat diwawancarai Kompas.com, Senin sore.

Baca juga: Kisah Riyanto, Jadi Relawan Pemadam Karhutla karena Anaknya Jadi Korban Kabut Asap

Belum sampai Malaysia

Ia menyatakan, kabut asap kebakaran hutan yang terjadi di wilayah pesisir Riau, tidak berdampak ke negara tetangga, yakni Malaysia.

"Memang asap saat ini banyak di Bengkalis, Pelalawan dan Kota Dumai. Tetapi, tidak sampai ke Malaysia (asapnya). Karena angin saat ini mengarah dari timur laut ke barat daya. Tapi kalau angin dari barat daya ke laut timur bisa jadi nyeberang ke negara tetangga," jelas Yasir.

Sementara itu, Yasir menyampaikan bahwa sore ini terpantau 50 titik panas atau hotspot di wilayah Riau. Sedangkan se Sumatera, terdeteksi 118 titik.

Baca juga: Jokowi: Pejabat Baru agar Tahu Aturan Main, Dicopot jika Tak Tangani Karhutla

Titik panas terdeteksi di Riau, terdapat Kabupaten Bengkalis 17 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Dumai 13 titik, Pelalawan 1 titik, Rokan Hilir 12 titik, dan Siak 6 titik.

Namun, penyebaran titik panas harus diwaspadai meningkat, karena saat ini sudah memasuki musim kemarau.

"Untuk Riau kita sudah memasuki musim kemarau periode pertama, kemungkinan Februari sampai April 2021. Tapi, selama itu, potensi hujan tetap ada dengan intensitas ringan atau sedang," sebut Yasir.

Baca juga: Kabut Asap Kembali Selimuti Bandara Banjarmasin, 6 Penerbangan Tertunda



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X