Kompas.com - 21/02/2021, 07:00 WIB
Salah satu obyek wisata yang wajib disambangi saat berkunjung ke Kota Solo adalah Keraton Surakarta Hadiningrat Dok. KemenparSalah satu obyek wisata yang wajib disambangi saat berkunjung ke Kota Solo adalah Keraton Surakarta Hadiningrat
Editor Setyo Puji

Karena kondisi itu, Paku Buwono II dan para kerabat keraton berunding mencari lokasi baru untuk dijadikan lokasi pusat pemerintahan Mataram.

Saat itu, ada tiga opsi yang ditawarkan untuk pilihan lokasi, yaitu di Desa Kadipolo (sekarang Taman Sriwedari), Desa Sala (sekarang Keraton Surakarta) dan Desa Sasewu (sebelah barat Kecamatan Bekonang).

Namun demikian, akhirnya Desa Sala yang dipilih sebagai lokasi pusat pemerintah baru. Alasannya, lokasi tersebut dianggap strategis karena dekat dengan sungai (Bengawan Solo) yang merupakan pusat transportasi perdagangan saat itu.

Menurut Sejarawan Kota Solo, Heri Priyatmoko, warga yang menetap sebelumnya di desa tersebut diberikan ganti untung oleh Sunan Paku Buwono II.

Hal itu dilakukan sang raja karena berusaha menjaga wibawa kerajaan dan menghormati penduduk asli yang telah menetap sebelumnya.

Dalam pusat pemerintah yang baru itu, kemudian diberi nama Surakarta atau dikenal dengan Keraton Surakarta Hadiningrat. Nama itu diambil dari keraton sebelumnya yaitu, Kartasura.

"Jadi pihak Kasunanan Surakarta membeli sejumlah lahan dengan nominal yang pantas atau bahkan bisa dikatakan dengan ganti untung," katanya dilansir dari TriunSolo.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perjanjian Giyanti

Setelah pemindahan pusat pemerintahan ke Sala dan berganti nama menjadi Keraton Surakarta, lalu terjadi perang saudara.

Dikutip dari laman Kebudayaan Kemendikbud, ada tiga tokoh utama dalam perang saudara ini, yaitu Susuhunan Paku Buwono II, Pangeran Mangkubumi, dan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa.

Berdasarkan silsilahnya, Pakubuwana II merupakan raja pendiri dari Kasunanan Surakarta dan Pangeran Mangkubumi adalah saudara kandungnya (kakak beradik), yang merupakan sama-sama putra dari Amangkurat IV (1719-1726).

Sedangkan Raden Mas Said merupakan salah sati cucu Amangkurat IV, atau lebih tepatnya adalah keponakan dari Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi.

Dalam buku Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan (2004) karya Mark R. Woodward, puncak dari konflik saudara tersebut menghasilkan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.

Baca juga: Mudik ke Solo, Mari Menelusuri Asal Nama Kota Surakarta Ini

Perjanjian Giyanti yang berlangsung di Desa Jantiharjo, Karanganyar, Jawa Tengah itu disepakati oleh VOC, Paku Buwono III dan Mangkubumi.

Adapun keputusan penting dalam perjanjian itu adalah adanya pembagian kekuasaan kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kasunan Surakarta Hadiningrat dikuasai oleh Pakubuwono III dan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dikuasai oleh Mangkubumi yang kemudian diangkat sebagai Sultan Hamengkubuwono I.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.