Soal Klaster Pesantren Tasikmalaya, 157 Santri Dievakusi 21 Ambulans karena Demam dan Sesak Napas

Kompas.com - 17/02/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi rapid test antigen(SHUTTERSTOCK) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi rapid test antigen(SHUTTERSTOCK)
Editor Rachmawati

Ia menegaskan kegiatan di pesantren tersebut akan dihentikan dan tak boleh ada aktivitas keluar masuk secara bebas ke lingkungan pesantren tersebut.

"Tak boleh ada keluar masuk, siapapun termasuk keluarga santri yang hendak masuk tersebut diwajibkan membawa surat keterangan hasil tes swab atau rapid test bebas Covid-19," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, jumlah total angka terkonfirmasi positif covid-19 tercatat 3.891 kasus di antaranya 3.065 orang dinyatakan sembuh, 758 pasien masih mendapat perawatan dan 68 orang meninggal dunia.

Selama ini, peningkatan kasus yang terjadi didominasi oleh klaster pesantren dan keluarga.

Baca juga: Rumah Lawas di Tasikmalaya Digerebek Polisi, Jadi Gudang Penimbunan Ratusan Botol Miras

Bantuan disalurkan, polisi dirikan 4 pos rapid test

Yusuf mengatakan bantuan darurat pun telah disalurkan ke pihak pesantren melalui Dinas Sosial setempat.

"Sekarang ada klaster pesantren dan adanya peningkatan padahal sebelumnya cukup landai. Pesantren ini terpaksa ditutup tak boleh ada yang keluar masuk lingkungan pesantren."

"Kalau lingkungan sekitarnya tak apa-apa asalkan bisa jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Pesantren pun dijaga oleh Satgas yang didalamnya termasuk anggota TNI, Polri yang berjaga selama 24 jam," kata Yusuf.

Sementara itu Satuan Lalu Lintas Polresta Tasikmalaya, Jawa Barat, mendirikan 4 pos lantas tangguh.

Baca juga: Bupati Tidak Hadir, Sekda Jadi Penerima Vaksin Pertama di Tasikmalaya

Setiap pos diisi oleh petugas dengan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Pos di beberapa titik perbatasan dan pusat keramaian itu untuk melakukan rapid test atau tes cepat Covid-19.

Pelaksanaan rapid test antigen di Pos Lantas Taman Kota Tasikmalaya menemukan 2 orang yang positif, yakni sopir asal Cilacap, Jawa Tengah, saat hendak masuk kawasan perkotaan.

"Kami sudah melakukan rapid test terhadap puluhan sopir kendaran pribadi dan barang yang berasal dari luar kota. Diketahui ada 2 orang sopir asal Cilacap hasilnya reaktif," kata Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan kepada wartawan di Taman Kota Tasikmalaya, Selasa (16/2/2021).

Ia mengatakan pendirian pos dengan rapid test ini untuk antisipasi para pendatang di luar daerah dan untuk mencegah terulangnya klaster pesantren dengan ratusan santri dinyatakan positif Covid-19.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Irwan Nugraha | Editor : Aprillia Ika, Abba Gabrillin)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X