Kompas.com - 15/02/2021, 20:32 WIB
Plt Wali Kota Tasikmalaya bersama Dandim dan Kapolresta Tasikmalaya meninjau dengan jaga jarak dekat lokasi klaster pesantren untuk mengecek secara langsung kondisi di Jalan Benda, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPlt Wali Kota Tasikmalaya bersama Dandim dan Kapolresta Tasikmalaya meninjau dengan jaga jarak dekat lokasi klaster pesantren untuk mengecek secara langsung kondisi di Jalan Benda, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, mengaku beberapa bangunan darurat isolasi di wilayahnya untuk menampung sebanyak 375 santri positif Corona dari klaster pesantren tak mencukupi.

Pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terpaksa memilah sesuai kondisi santri positif corona yang dirawat di ruang isolasi darurat dan isolasi mandiri terpusat di pesantrennya.

"Dari total 375 santri dan pengajar di pesantren ini yang positif ternyata tidak semuanya bisa masuk ruang isolasi darurat di Hotel Crown dan RSUD Type D Dewi Sartika, Kawalu. Ada sisanya 100 santri yang dirawat isolasi mandiri terpusat di pesantren, disesuaikan dengan kondisinya sesuai pemeriksaan tim medis," jelas Yusuf, kepada wartawan seusai meninjau Pondok Pesantren di Jalan Benda, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: 375 Santri Tasikmalaya Positif Covid-19, Plt Wali Kota: Antisipasi Seharusnya Dilakukan Kemenag

Yusuf bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya pun meninjau langsung pondok pesantren yang diketahui sebanyak 375 santrinya positif corona.

Pihaknya sempat meninjau lokasi dengan melaksanakan jaga jarak dan protokol kesehatan ke dekat lokasi pesantren untuk memberikan semangat kepada pimpinan pondok pesantren.

Bantuan darurat pun telah disalurkan ke pihak pesantren melalui Dinas Sosial setempat.

"Sekarang ada klaster pesantren dan adanya peningkatan padahal sebelumnya cukup landai. Pesantren ini terpaksa ditutup tak boleh ada yang keluar masuk lingkungan pesantren. Kalau lingkungan sekitarnya tak apa-apa asalkan bisa jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Pesantren pun dijaga oleh Satgas yang didalamnya termasuk anggota TNI, Polri yang berjaga selama 24 jam," kata Yusuf.

Baca juga: Bencana Semburan Gas di Pondok Pesantren Pekanbaru, Lebar Lubang 6 Meter dan 34 Santri Diungsikan

Selain itu, melihat kondisi saat ini akan melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 kembali.

Pihaknya pun akan meningkatkan tugas tim Satgas Tingkat Kelurahan sampai ke tingkat RW dan RT.

"Sekarang ada satgas tingkat kelurahan, dia yang akan terus mengeliminir untuk memutus mata rantai tingkat kelurahan sampai ke RT dan RW. Dulu ada dan mungkin cukup lelah, sekarang digiatkan lagi melaksanakan fungsinya. Sekarang sudah berjalan," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X