Kompas.com - 05/02/2021, 13:09 WIB
Haminjon adalah kemenyan, istilah kimianya Styrax Benzoin atau sering juga disebut Olibanum. Para orangtua Batak zaman dulu, pohon ini dianggap berkah Tuhan karena getahnya memberikan kesejahteraan, awal Februari 2021 KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIHaminjon adalah kemenyan, istilah kimianya Styrax Benzoin atau sering juga disebut Olibanum. Para orangtua Batak zaman dulu, pohon ini dianggap berkah Tuhan karena getahnya memberikan kesejahteraan, awal Februari 2021

MEDAN, KOMPAS.com - Haminjon atau kemenyan sudah menjadi bagian dari tradisi suku Batak.

Haminjon seharga emas

Kemenyan awalnya menjadi hasil bumi yang mahal. Pada 1960-an di Humbahas, harganya sama dengan emas.

Para petani haminjon bahkan mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.

Surat kabar Imanuel yang diterbitkan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) edisi 24 Oktober 1920, menampilkan grafik hasil bumi yang dikeluarkan dari Tapanuli Utara pada 1919, yang didominasi oleh karet, kopi, kopra dan kemenyan.

Produksi kemenyan sebanyak 1,8 ton lebih dengan nilai jual 1,5 juta gulden.

Baca juga: Kisah Haminjon di Tanah Batak, Dulu Melebihi Emas, Sekarang di Ambang Cemas (Bagian I)

Masih di surat kabar yang sama edisi 14 November 1920, dilaporkan bahwa pedagang besar meraup untung besar dari kemenyan. Harga belinya 70 sen per kilogram dan dijual 2,22 gulden.

Melalui Pelabuhan Barus, haminjon dibawa menjejak tanah Eropa hingga Timur Tengah.

Bangsa Eropa sejak dulu mengenal Tano Batak sebagai penghasil kemenyan terbaik.

Namun, meski perdagangan ini sudah berjalan ratusan tahun, petani tak bisa menentukan harga dan tak mengetahui harga di perdagangan dunia.

"Sejak dulu, mereka pasrah dengan harga yang ditentukan tauke (pengepul). Mungkin mereka berpikir, dengan harga di tauke saja sudah kaya," ujar Roganda sambil tertawa.

Harganya anjlok

Kemenyan biasa tumbuh di daerah perbukitan dengan ketinggian 900-1.200 meter di atas permukaan laut, bersuhu antara 28-30 derajat celsius.

Berbeda dengan karet, penyadapan getah tak perlu wadah. Setelah dicungkil, getah akan keluar dari batang pohon, meleleh seperti lilin dan lengket di kulit pohon.

Cukilan pertama akan menghasilkan getah putih (sidukabi) yang baru bisa diambil sekitar tiga bulan kemudian. Getah menempel di kulit pohon sehingga harus mencongkel kulit pohon untuk memanennya.

Getah ini dihargai paling tinggi, sekitar Rp 300.000-an per kilogram.

Baca juga: Kisah Pemuda Bantul Tak Kuliah Demi Buat Berbagai Jenis Dinosaurus, Mirip Asli, Dipesan Banyak Wahana

Bekas cukilan akan menghasilkan tetesan getah kedua yang disebut jurur, bisa dipanen dua sampai tiga bulan setelah memanen sidukabi.

Setelah itu muncul getah ketiga yang disebut tahir, harganya lebih murah.

Haminjon paling banyak tumbuh di Kabupaten Tapanuli Utara, Humbahas, Pakpak Bharat, Toba dan Samosir.

Juga dikembangkan di Dairi, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, meski tidak terlalu banyak.

Namun, tetap daerah penghasil terbesar masih dirajai Tapanuli Utara dan Humbahas.

"Lagi rendah harga kemenyan, di tingkat petani mereka jual ke tauke Rp 230.000 sampai 250.000 per kilogram yang kualitas nomor satu," kata Roganda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.