Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Kompas.com - 21/01/2021, 15:39 WIB
Wali Kota Madiun Maidi. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIWali Kota Madiun Maidi.

MADIUN, KOMPAS.com - Untuk menekan lonjakan penularan covid-19 yang makin tinggi, Wali Kota Madiun, Maidi memadamkan lampu penerangan jalan dan ruang publik hingga pagi hari.

Pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) berlaku dari jalan besar hingga jalan di gang-gang kecil dimulai dari pukul 19.00 hingga pagi hari.

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, kebijakan pemadaman lampu PJU hingga gang jalan perkampungan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Apalagi, dalam satu pekan terakhir penambahan pasien Covid-19 di Kota Madiun melonjak tajam.

Hingga Rabu (20/1/2021) dilaporkan kasus positif Covid-19 di Kota Madiun mencapai 740 orang. Perinciannya 478 orang sembuh, 66 masih dalam perawatan, 143 orang isolasi mandiri dan 53 orang meninggal dunia.

Baca juga: Ruang Isolasi Covid-19 Penuh, Wali Kota Madiun Pinjam Gerbong Kereta Isolasi Milik PT INKA

“Saya mematikan agar tidak terjadi gerombolan (kerumunan). Kalau ingin gadangan yang di rumahnya sendiri dan lampunya sendiri,” ujar Maidi, yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Bagi Maidi, pemadaman lampu penerangan jalan hingga jalan di gang perkampungan akan mampu memutus mata rantai penularan.

Tak hanya itu, imunitas warga pun akan makin meningkat karena masyarakatnya akan segera memilih tidur ketimbang berada di luar.

“Apa hubungannya matikan lampu dengan Covid-19. Sekarang kalau Covid-19 itu obatnya belum ada maka satu-satunya jalan adalah imun warga harus bagus. Orang itu imunnya bagus maka staminanya bagus. Untuk itu, jam tidur dan istirahatnya harus penuh sesuai dengan kesehatan minim tujuh jam,” kata Maidi.

Maidi mengatakan, pemadaman lampu penerangan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB sejak diberlakukannya PPKM.

Tak hanya itu, seluruh mal dan pusat perbelajaan toko modern pun harus tutup mulai jam yang sama.

Ia memilih pemadaman lampu mulai pukul 19.00 lantaran aktivitas masyarakat mulai berkurang. Diharapkan saat itu masyarakat yang masih berada di jalan langsung pulang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X