4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

Kompas.com - 18/01/2021, 12:50 WIB
Tes cepat antigen Covid-19 massal di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (18/1/2021). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINTes cepat antigen Covid-19 massal di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (18/1/2021).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sebanyak 4.000 lansia dengan komorbid di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjalani tes cepat antigen Covid-19 secara serentak, Senin (18/1/2021).

Sri Yulianti (66) warga Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, mengaku awalnya sempat takut ketika akan berangkat ke kantor kelurahan untuk menjalani tes cepat antigen, karena ini merupakan pengalaman pertama.

"Tadinya takut, (hasilnya) negatif atau positif, sakit atau enggak, saya sampai nanya ke anak saya," kata Sri seusai menjalani tes cepat antigen di aula Kantor Kelurahan Sumampir, Senin.

Baca juga: 75 Karyawan Reaktif Covid-19, Toko Pakaian di Purwokerto Tutup Sementara

Namun setelah menjalani tes cepat, Sri merasa lega, karena hasilnya negatif.

"Alhamdulillah baik-baik saja dan hasilnya bisa langsung dilihat. Terus besok ngambil surat (keterangan hasil tes cepat) ke Puskesmas," ujar Sri.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, tes cepat dilakukan untuk melindungi lansia dari paparan Covid-19.

" Lansia sangat rentan, 90 persen yang meninggal lansia dengan komorbid, 10 persen komorbid usia produktif," kata Husein di sela pemantauan tes cepat antigen di Kelurahan Sumampir.

Selama bulan Januari, kata Husein, tercatat 78 orang meninggal akibat Covid-19. Sedangkan pada bulan Desember 2020 tercatat 130 orang meninggal akibat Covid-19.

"Makanya kami melakukan ini, nanti akan dievaluasi. Kalau ada penurunan kasus kematian, nanti akan dilanjut programnya," ujar Husein.

Baca juga: Jembatan Rel KA Putus di Brebes, Penumpang dari Tegal ke Purwokerto Diangkut dengan Bus

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas dr Setiya Rini mengatakan, tes cepat antigen dilaksanakan secara seretak hari ini di 80 desa/kelurahan.

"Masing-masing titik minimal 50 undangan. Hasilnya dapat diketahui 30 menit, kalau ada yang positif akan ditindaklanjuti dengan PCR pada hari ini juga," jelas Rini.

Rini mengatakan, tes cepat diprioritaskan terhadap lansia yang memiliki komorbid atau kelompo rentan terpapar Covid-19.

"Kami prioritaskan lansia dengan komorbid dan kelompok rentan, misal di keluarganya ada yang positif Covid-19," kata Rini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X