Raih Kalpataru 2020, Bukti Kukuhnya Masyarakat Dayak Punan Menjaga Hutan Adat

Kompas.com - 23/12/2020, 06:42 WIB
Perwakilan MHA Punan Adiu Illin Kristianus (tengah) saat menerima kalpataru di Jakarta 21/12 (humas Pemprov) Kompas.com/Ahmad DzulviqorPerwakilan MHA Punan Adiu Illin Kristianus (tengah) saat menerima kalpataru di Jakarta 21/12 (humas Pemprov)

MALINAU, KOMPAS.com – Masyarakat Hutan Adat (MHA) Punan Adiu di kabupaten Malinau menjadi perwakilan provinsi Kalimantan Utara dalam penghargaan Kalpataru 2020, pada kategori penyelamat lingkungan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan, melindungi dan mampu mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.

Ada 10 penerima penganugerahaan penghargaan Kalpataru Tahun 2020, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MENLHK) Nomor SK.302/MENLHK/PSKL/PEG.7/7/2020, dan MHA Punan Adiu salah satunya.

Baca juga: Cerita Zofrawandi Peraih Kalpataru, Buat 13 Peraturan Nagari untuk Paksa Warga Rawat Lingkungan

Arti Kalpataru

Lalu apa arti Kalpataru bagi MHA Punan Adiu?

Mewakili kepala adat Punan Adiu Markus, Kepala desa Punan Adiu Ilin Kristianus mengatakan, Kalpataru adalah sebuah simbol dan pengakuan, juga sebagai spirit yang diharapkan menjadi obat bagi para pelestari hutan.

"Saya menerima Kalpataru hanya sebagai perwakilan masyarakat saja, ada yang sangat berhak menerimanya yaitu ketua adat Punan Adiu, pak Markus, saat ini beliau terbaring sakit, saya berdoa, Kalpataru menjadi penyembuh bagi pak Markus karena dia adalah sosok penting dari lestarinya hutan Punan," ujarnya dihubungi, Selasa (22/12/2020).

Ilin berharap, Kalpataru akan menjadi spirit masyarakat Dayak Punan untuk semakin gigih melestarikan dan menjaga hutan dari ancaman korporasi dan para perusak hutan.

Baca juga: Berjuang Lawan Deforestasi, Perempuan Ini Antar 5 Desa Hutan Bujang Raba Raup Rp 1 M dari Jual Karbon

Sumber kekuatan tola rayuan korporasi

Bagi masyarakat dayak Punan, hutan bukan sekedar habitat dan sumber kehidupan, melainkan lebih dari itu.

Masyarakat setempat berkeyakinan hutan adalah pelindung, hutan juga menyimpan kekuatan penuh misteri, kerusakan hutan menimbulkan murka alam sehingga tidak ada alasan selain memperlakukan hutan sebagai sahabat bahkan sebagai mutu manikam.

"Kalpataru akan menjadi jaminan kami, Kalpataru menandakan hutan kami adalah milik kami, pengakuan Negara tersebut adalah jaminan dan kekuatan kami untuk menolak rayuan korporasi yang selama ini sering terjadi," tegasnya.

Baca juga: Nasib Warga Perbatasan RI-Malaysia di Krayan, Tiap Hari Antre BBM Dijatah 3 Liter gara-gara Lisensi Pilot Pesawat Pengangkut BBM Habis

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X