Kompas.com - 04/12/2020, 13:09 WIB
Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto di Kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (4/12/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKetua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto di Kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (4/12/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menelusuri beredarnya video viral dugaan politik uang yang tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Video yang berdurasi 29 detik menunjukkan seorang laki-laki membuka amplop berisi uang Rp 100.000 dan gambar salah satu pasangan calon dalam Pilkada Gunungkidul.

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait video viral yang diduga dari salah satu paslon itu," kata Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto saat ditemui di kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Tri sudah mendapatkan informasi mengenai video itu sejak Kamis (3/12/2020) malam. Setelah informasi itu masuk, Bawaslu langsung menelusuri sumber video itu.

Selain itu, Bawaslu Gunungkidul juga membentuk tim penelusuran terkait kebenaran video itu.

"(Tim penelusur) Untuk melihat secara bukti dan unsur bisa terpenuhi dugaan pelanggaran," kata Tri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tri menyebut untuk menanggulangi politik uang yang kemungkinan marak menjelang pencoblosan, Bawaslu akan melakukan apel patroli pengawasan politik uang pada Sabtu (5/12/2020).

Memasuki masa tenang akan dilakukan patroli antipolitik uang dengan berbagai unsur terkait pada 6 Desember sampai 8 Desember 2020.

Baca juga: Cerita 2 Warga Gunungkidul yang Tagihan Listriknya Melonjak hingga Puluhan Juta

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (3/12/2020).KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (3/12/2020).
Sebelumnya, untuk mendukung pengawasan Pilkada yang berintegritas, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendatangi Kantor Bawaslu Gunungkidul pada Kamis (3/12/2020).

Kedatangannya dilakukan dengan aksi jalan mundur.

Aksi tersebut diawali dengan jalan kaki mulai dari Titik Nol Wonosari hingga Kantor Bawaslu Gunungkidul.

Jarak tempuh sekitar 700 meter dikawal oleh polisi.

Sebelum melakukan aksi, Bahar memasang uang mainan, dan amplop di baju batik luriknya.

Baca juga: KPU Gunungkidul Kekurangan Lebih dari 3.000 Surat Suara

Menggunakan topeng dan caping dia memulai aksinya berjalan kaki.

Awalnya Baharudin jalan kaki melewati trotoar yang ada di Kota Wonosari, mendekati kantor Bawaslu dirinya berjalan mundur.

"Uang mainan saya tempel di baju untuk mengingatkan masyarakat Gunungkidul agar menolak praktik money politics," kata Baharudin di sekitar Titik 0 KM Wonosari Kamis.

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (3/12/2020).KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (3/12/2020).

Sesampai di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Baharuddin mengeluarkan surat yang ditujukan ke Ketua Bawaslu.

Aksinya tersebut sengaja dilakukan dalam rangka mengingatkan Bawaslu Gunungkidul agar bekerja secara profesional dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

Dia juga menyoroti dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan kepada masyarakat, baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

Baca juga: Pantau Penerapan Protokol Kesehatan, Pemkab Gunungkidul Pasang CCTV di Pasar

Bansos itu rawan disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu. Apalagi, dia menduga menjelang pencoblosan akan marak terjadi politik uang.

"Kami ingin Bawaslu Gunungkidul menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang bisa terjadi semasa Pilkada," ucap Baharuddin.

Ia juga mengingatkan agar seluruh Komisioner Bawaslu beserta jajaran bersih dari korupsi.

Artinya, tidak terlibat dalam praktek suap dalam membuat keputusan pelanggaran pilkada dari paslon mana pun.

Kepada masyarakat dia berharap agar mau melaporkan jika ada pelanggaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.