Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Kompas.com - 26/11/2020, 09:46 WIB
Aksi ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di depan gerbang Pendopo bupati, Rabu (25/11/2020) menuntut kenaikan UMK 2021 KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANAksi ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di depan gerbang Pendopo bupati, Rabu (25/11/2020) menuntut kenaikan UMK 2021

CIANJUR, KOMPAS.com - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan memanggil sejumlah pihak terkait aksi unjuk rasa buruh di depan gerbang Pendopo Bupati pada Rabu (25/11/2020).

Pasalnya, aksi yang diikuti ribuan buruh pabrik tersebut diduga telah melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai mengatakan, perwakilan buruh yang mengajukan izin demo dan sejumlah pihak dari pemerintah daerah akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

"(Termasuk Bupati) karena unjuk rasa ini kan dilakukan terhadap pemerintah daerah,” kata Rifai kepada Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Rifai mengatakan, pihaknya melalui Gugus Tugas Covid-19 telah berupaya membubarkan aksi massa karena menimbulkan kerumunan.

“Di awal kan sudah ada upaya (dibubarkan) secara persuasif. Kalau tidak bubar, maka kita lakukan upaya penyelidikan,” ujar dia.

Baca juga: Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Apabila hasil penyelidikan nanti ditemukan atau terbukti adanya pelanggaran, maka akan diproses sebagai pidana oleh polisi.

“Kalau terbukti melanggar, ya dipidanakan,” kata Rifai.

Menurut dia, aksi unjuk rasa tersebut seharusnya bisa dicegah.

Namun, upaya-upaya diplomasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak menemui jalan buntu.

“Kita sebagai penegak hukum juga sudah berupaya agar tidak terjadi. Tidak masalah selama tidak ada pandemi, unras silakan, boleh dilakukan. Namun kan kondisi saat ini masih pandemi,” ucap Rifai.

Baca juga: Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Diberitakan sebelumnya, ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Pendopo Bupati, Rabu.

Dalam aksi yang mendapat kawalan ketat ratusan personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP itu, buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021.

Sebelumnya, Pemkab Cianjur merekomendasi UMK Kabupaten Cianjur 2021 tidak mengalami kenaikan atau sebesar Rp 2.534.798.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X