Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Kompas.com - 25/11/2020, 21:44 WIB
Aksi ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di depan gerbang Pendopo bupati, Rabu (25/11/2020) menuntut kenaikan UMK 2021 KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANAksi ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di depan gerbang Pendopo bupati, Rabu (25/11/2020) menuntut kenaikan UMK 2021

CIANJUR, KOMPAS.com - Ribuan buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Pendopo bupati, Rabu (25/11/2020).

Sebelumnya, massa aksi melakukan long march sejauh lebih dari 5 kilometer berawal dari titik kumpul di kawasan perindustrian Sukaluyu.

Sempat terjadi ketegangan antara buruh dengan petugas pengamanan dan antar buruh sendiri saat orasi digelar.

Namun, situasi kembali bisa dikendalikan setelah para pihak mampu menahan diri.

Dalam aksi yang mendapat kawalan ketat ratusan personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP itu, buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021.

Baca juga: UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur merekomendasikan jika UMK 2021 sebesar Rp 2.534.798 tidak mengalami kenaikan.

Karena itu, mereka menuntut  pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim mencabut rekomendasi UMK 2021 yang telah diputuskan gubernur Jawa Barat itu, untuk kemudian merevisinya dengan rekomedasi kenaikan 8 persen.

"Nilai UMK sekarang sangat tidak manusiawi karena tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari buruh," kata  Roy Junto,  salah satu perwakilan buruh dalam orasinya, Rabu.

Baca juga: UMK 2021 Kabupaten Cianjur Tak Naik, Ini Alasan Pemkab

 

Sejatinya, menurut dia, UMK Cianjur 2021 bisa naik 8 persen atau sekira Rp 2,7 juta sebagaimana direkomendasikan pihak buruh kepada pemerintah daerah.

"Pemda pun awalnya menyetujui. Namun, setelah diplenokan ada perwakilan dari pemda Cianjur yang membawa rekomendasi yang awalnya naik 8 persen jadi nol persen alias tidak ada kenaikan," terang dia.

"Ini kan namanya mencla-mencle. Pemda tidak becus," ucap Roy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Regional
Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Regional
796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

Regional
Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Regional
Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Regional
Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Regional
Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Regional
Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Regional
Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Regional
Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Regional
Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Regional
Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Regional
8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

Regional
Janji Dinikahi dan Diberi Ponsel, 2 Remaja Diduga Disetubuhi Mantan Satpam Sekolah

Janji Dinikahi dan Diberi Ponsel, 2 Remaja Diduga Disetubuhi Mantan Satpam Sekolah

Regional
Utas Viral WNA Ajak Turis Asing ke Bali Saat Pandemi, Imigrasi Tak Temukan Data Kristen Gray

Utas Viral WNA Ajak Turis Asing ke Bali Saat Pandemi, Imigrasi Tak Temukan Data Kristen Gray

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X