Kompas.com - 13/11/2020, 17:16 WIB
Tetes tebu dengan campuran tetes air dan mikroba yang difermentasi dalam gentong-gentong sentra industri alkohol Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoTetes tebu dengan campuran tetes air dan mikroba yang difermentasi dalam gentong-gentong sentra industri alkohol Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016).

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Paguyuban perajin alkohol di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak ambil pusing dengan adanya RUU tentang Larangan Minuman beralkohol (minol) yang tengah digodok oleh Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pasalnya, pembuatan alkohol yang mereka lakukan secara turun temurun bukan untuk kebutuhan konsumsi (minum), melainkan untuk kebutuhan medis atau kesehatan.

Salah satu pusat home industri pembuatan alkohol di Kabupaten Sukoharjo adalah Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban.

"Kita kan buat bukan minuman beralkohol. Kita kan harus bisa membedakan. Alkohol untuk kepentingan medis juga perlu," kata Ketua Paguyuban Perajin Alkohol Bekonang, Sukoharjo, Sabariyono dihubungi Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Pemprov NTT: RUU Larangan Minuman Beralkohol Pasti Akan Ditolak Masyarakat

Oleh karena itu, jelas dia RUU Larangan Minuman beralkohol yang diusulkan tiga partai yakni Gerindra, PPP dan PKS tidak memengaruhi produksi alkohol di wilayahnya.

Sabariyono menerangkan Bekonang memang terkenal sebagi pusat pembuatan alkohol, selain di Kecamatan Polokarto.

Tong-tong yang digunakan untuk proses pembuatan alkohol di Desa Ciu BekonangKompas.com/Nur Rohmi Aida Tong-tong yang digunakan untuk proses pembuatan alkohol di Desa Ciu Bekonang

Dia menyebut perajin alkohol di Bekonang ada 50 kepala keluarga.

Kemudian di Kecamatan Polokarto ada sekitar 92 kepala keluarga.

Sehingga total perajin alkohol di dua kecamatan jumlahnya ada sekitar 142 kepala keluarga. Semua sudah memiliki izin alias legal.

Baca juga: Kritik RUU Minol, Pemprov NTT Sayangkan DPR Hanya Berpikir Dampak Mabuknya Saja

Bahkan, para perajin alkohol di Bekonang dan Polokarto mendapat pendampingan dari pemerintah.

Sabariyono menjelaskan produksi alkohol di Desa Bekonang berawal dari zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1940-an.

Awal mulanya produksi alkohol untuk minuman ciu berkadar 35 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X