Tak Ada Listrik dan Internet, Ini Kisah Anak-anak Suku Talang Mamak Belajar Saat Pandemi

Kompas.com - 09/11/2020, 12:04 WIB
Sebelum masuk ke dalam kelas menyerahkan tugas, anak-anak Suku Talang Mamak mencuci tangan untuk mencegah Covid-19 di SDN 028 Desa Talang Sungai Limau, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, Riau, Senin (2/11/2020). KOMPAS.COM/IDONSebelum masuk ke dalam kelas menyerahkan tugas, anak-anak Suku Talang Mamak mencuci tangan untuk mencegah Covid-19 di SDN 028 Desa Talang Sungai Limau, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, Riau, Senin (2/11/2020).

 

Cita-cita bahagiakan orangtua

Meski menghadapi banyak rintangan untuk belajar, anak-anak Suku Talang Mamak tetap bersemangat bersekolah.

Masing-masing anak-anak Suku Talang Mamak memiliki motivasi untuk belajar.

Seperti Reno dan Andra, mengaku rajin belajar untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

"Motivasi saya belajar supaya bisa jadi orang sukses dan buat orangtua bahagia," ungkap Andra.

Ia mengaku bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Sedangkan Reno mau jadi polisi.

Mereka berdua berharap impian itu bisa dicapai kelak dengan rajin belajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Walaupun tempat kami tidak internet, tidak listik, jaringan telepon dan jalan tanah, kami tetap semangat bersekolah," ucap Andra.

Semangat belajar tinggi

Dedi Zulhendri, selaku guru kelas tiga SDN 028 Talang Sungai Limau, menilai semangat belajar anak-anak Suku Talang Mamak sangat tinggi.

"Semangat mereka untuk belajar sangat tinggi. Itu saya sangat salut sama mereka," kata Dedi saat diwawancarai Kompas.com.

Ia menuturkan, sistem belajar antar jemput tugas ke sekolah berjalan lebih kurang tiga bulan di masa pandemi Covid-19.

Pada awal pandemi, murid diminta datang belajar sekolah setiap hari, masuk jam 08.00 dan pulang jam 10.00 WIB. Sedangkan guru masuk dari Senin sampai Rabu.

Namun, sistem tersebut tidak efektif. Selain jarak tempuh anak-anak yang jauh, murid juga jarang datang semuanya ke sekolah.

"Rumah mereka kan jauh-jauh di dalam hutan. Kadang cuma datang separoh," sebut Dedi.

Karena itu, pihaknya menerapkan sistem belajar antar jemput tugas ke sekolah. Menurut Dedi, sistem ini lebih efektif dan efisien.

"Di sini kami kan tidak ada internet, tidak bisa belajar daring. Jadi, anak-anak cuma masuk sekali seminggu, yaitu hari senin antar jemput tugas," kata Dedi.

Dedi Zulhendri sendiri mengaku sudah delapan tahun mengajar di SDN 028. Di sekolahnya itu, kini terdapat 13 orang guru.

Pahit manisnya ia telan selama mengajari anak-anak Suku Talang Mamak.

Tiap ajaran baru, guru yang jemput calon murid

Setiap ajaran baru, kata dia, para guru datang ke rumah-rumah menjemput anak Suku Talang Mamak untuk sekolah.

Dedi menceritakan, pada tahun 2004, SD 028 masih memiliki tiga ruang belajar terbuat dari kayu.

Anak-anak waktu itu dijemput ke rumahnya agar mau dididik.

"Kami jemput anak-anak ke rumah. Mau baju bebas, tak pakai sepatu ke sekolah terserah. Yang penting mereka mau sekolah. Bahkan dulu itu ada murid kita yang sudah berjenggot," kata Dedi seraya tertawa.

Ia menempuh tantangan yang berat, agar anak-anak Suku Talang Mamak menikmati pendidikan. Dedi rela setiap hari menempuh jalan tanah dengan menggunakan sepeda motor.

Bagaimana tidak, bagi warga Suku Talang Mamak, waktu itu sekolah tidaklah menjadi prioritas.

Mereka kalau punya anak, rata-rata dibawa bekerja ke kebun, cari ikan atau aktivitas lainnya di dalam hutan.

"Warga Suku Talang Mamak ini sudah terbiasa berkebun, ladang padi. Jadi  anak-anak dibawa kerja. Itu kalau sudah tamat SD, tidak mau menyekolahkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi," cerita Dedi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.