Tak Ada Listrik dan Internet, Ini Kisah Anak-anak Suku Talang Mamak Belajar Saat Pandemi

Kompas.com - 09/11/2020, 12:04 WIB
Anak-anak Suku Talang Mamak melewati hutan saat pulang dari sekolahnya di SDN 028 Talang Sungai Limau di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, Riau, Senin (2/11/2020). KOMPAS.COM/IDONAnak-anak Suku Talang Mamak melewati hutan saat pulang dari sekolahnya di SDN 028 Talang Sungai Limau di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, Riau, Senin (2/11/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bagi anak-anak yang tinggal di daerah yang sudah maju tentunya dengan mudah belajar dari jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.

Di perkotaan misalnya, anak-anak dengan gampang belajar dalam jaringan (daring). Dari rumah saja, mereka belajar dengan modal handphone dan jaringan internet.

Tapi bagaimana dengan nasib anak-anak Suku Talang Mamak yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.

Mereka hidup di dalam kawasan hutan. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tak punya handphone, tidak ada jaringan internet dan telpon. Begitu juga dengan cahaya listrik belum ada.

Baca juga: Semangat HUT Ke-75 RI, Bendera Merah Putih Dibagikan ke Warga Suku Talang Mamak Riau

Akses jalan menuju sekolah jelek

Senin (2/11/2020) pekan lalu, Kompas.com berkunjung ke salah satu sekolah, yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 028 di Desa Talang Sungai Limau, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu.

Untuk sampai ke sekolah ini, dari Kota Pekanbaru menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan kendaraan roda empat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendaraan untuk memasuki kampung orang yang mengasingkan diri dalam hutan ini, harus mobil double cabin. Kalau tidak pakai sepeda motor.

Pasalnya, akses yang ditempuh jalan tanah kuning. Berlumpur di kala hujan, berdebu saat musim panas.

Dari permukiman warga biasa, ada sedikit jalan yang sudah beraspal. Namun, banyak lubang yang dalam yang harus dihindari.

Kiri dan kanan jalan hamparan kebun sawit dan karet.

Baca juga: Unggah Video Jalan Rusak di Desanya, Warga Lebak Dibawa ke Kantor Polisi

Diminta antar tugas ke sekolah

Jam 09.30 WIB, Kompas.com sampai ke SDN 028. Letak sekolah ini di pinggir jalan. Sekelilingnya hutan.

Anak-anak tampak sedang bermain di halaman dan duduk-duduk di teras sekolahnya.

Semuanya pakai seragam sekolah merah putih. Murid laki-laki ada yang main bola kaki dan main tanah, sedangkan murid perempuan main jungkat jungkit dan kain karet.

Di sekolah juga disediakan tempat mencuci tangan untuk mencegah Covid-19. Mereka juga wajib memakai masker ke sekolah.

Mereka ketika itu tidak sedang belajar. Karena sistem belajar di tengah pandemi Covid-19, murid hanya diminta mengantar tugas ke sekolah setiap hari Senin.

Baca juga: Korban Bunuh Diri karena Depresi Banyaknya Tugas Online dan Sulitnya Akses Internet

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X