"Saya Bersalah karena Tidak Pakai Masker, Saya Berjanji Tidak Akan Mengulanginya"

Kompas.com - 05/11/2020, 17:01 WIB
Satu dari puluhan warga yang terjaring razia karena tidak memakasi masker, menerima sanksi sosial di lokasi razia. Pada Kamis (5/11/2020), petugas gabungan menggelar operasi yustisi di Bundaran Ringin Contong, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSatu dari puluhan warga yang terjaring razia karena tidak memakasi masker, menerima sanksi sosial di lokasi razia. Pada Kamis (5/11/2020), petugas gabungan menggelar operasi yustisi di Bundaran Ringin Contong, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

JOMBANG, KOMPAS.com - Aparat gabungan menggelar operasi yustisi untuk mengontrol kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di Bundaran Ringin Contong, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (5/11/2020).

Selama razia, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamonga Praja (Satpol PP) Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, menjaring 23 pengguna jalan yang tak memakai masker.

Pantauan Kompas.com, mereka mendapatkan sanksi beragam, mulai dari penyitaan kartu tanda penduduk (KTP), pidana ringan, dan sanksi sosial di lapangan.

Beberapa pelanggar yang tak memakai masker diminta menandatangani surat pernyataan dan menyampaikan pernyataan bersalah.

Selain itu, pelanggar yang tak membawa KTP diminta menyanyikan lagu kebangsaan, membacakan Pancasila, atau push up.

Baca juga: Sampai Saat Ini Masyarakat Asli Papua Tak Percaya Corona, Mereka Anggap Virus Itu Dibawa dari Luar

Salah satu pelanggar, F mengaku membawa masker, tetapi lupa memakainya saat menempuh perjalanan pulang ke rumahnya.

F dihukum membaca Pancasila karena tak membawa KTP. Ia juga menyampaikan pernyataan bersalah secara terbuka.

"Saya bersalah karena tidak memakai masker. Saya janji tidak akan mengulangi lagi," kata F di lokasi razia, Kamis (5/11/2020).

Kabid Ketertiban Umum dan SDA Satpol PP Jombang Haris Aminuddin mengatakan, sebanyak 16 orang mendapat sanksi tindak pidana ringan.

"KTP mereka disita dan bisa diambil di pengadilan," kata Haris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Kawasan GOR H Agus Salim Padang Ditutup 2 Hari

Cegah Kerumunan, Kawasan GOR H Agus Salim Padang Ditutup 2 Hari

Regional
Pemeran Pria Video Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu Diduga Oknum Polisi

Pemeran Pria Video Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu Diduga Oknum Polisi

Regional
Polisi Selidiki Mayat Pria Mengambang di Perairan Cirebon, Sebagian Kukunya Diwarnai

Polisi Selidiki Mayat Pria Mengambang di Perairan Cirebon, Sebagian Kukunya Diwarnai

Regional
Bunga Langka Rafflesia Tuan-Mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau

Bunga Langka Rafflesia Tuan-Mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau

Regional
Hujan Deras Sebabkan Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Cianjur Ambruk, Jalan Tertutup Longsor

Hujan Deras Sebabkan Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Cianjur Ambruk, Jalan Tertutup Longsor

Regional
Diduga Setubuhi 9 Muridnya, Pemilik Sanggar Tari dengan Modus Pengobatan Kunci Batin

Diduga Setubuhi 9 Muridnya, Pemilik Sanggar Tari dengan Modus Pengobatan Kunci Batin

Regional
2 Pegawai RSUD Dompu Jadi Tersangka Kasus Video Mesum Pasien di Ruang Isolasi, Ini Perannya

2 Pegawai RSUD Dompu Jadi Tersangka Kasus Video Mesum Pasien di Ruang Isolasi, Ini Perannya

Regional
Menang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Janji Tak Akan Euforia Berlebihan

Menang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Janji Tak Akan Euforia Berlebihan

Regional
Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Regional
Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Regional
Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Regional
Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Regional
Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Regional
Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam 'Telolet'

Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam "Telolet"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X