Cerita Bambang Surono, Dapat Tawaran Nyanyi karena Mirip Didi Kempot

Kompas.com - 02/10/2020, 05:32 WIB
Bambang Surono foto bersama maestro campursari Didi Kempot. Dokumentasi pribadi Bambang SuronoBambang Surono foto bersama maestro campursari Didi Kempot.

BOYOLALI, KOMPAS.com - Sosok Bambang Surono (43), warga Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mirip dengan maestro campursari Didi Kempot.

Pria yang memiliki nama panggung Bams DKW9 atau Bambang Surono Didi Kempot Kualitas 9 mendapat tawaran menyanyi di sejumlah acara.

Bambang mengatakan disebut mirip dengan mendiang The Godfather of Broken Heart adalah berkah.

Baca juga: Lewat Ganjar, Walkot Solo Surati Kementerian BUMN Terkait Patung Didi Kempot

Kendati berkah bagi dirinya, Bambang mengaku tidak bisa menggantikan Didi Kempot.

"Saya ini tidak menggantikan beliau (Didi Kempot). Saya mencoba melestarikan (karya) beliau," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/10/2020).

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Boyolali menceritakan awal dirinya disebut mirip Didi Kempot pada tahun 1999.

Seiring berjalannya waktu, Bambang mengatakan mendapat kesempatan bertemu Didi Kempot pada 22 Desember 2019.

Saat itu, Bambang dengan kerabatnya asal Purworejo menonton acara ulang tahun DPRD Boyolali di Alun-alun Kemiri yang dihadiri Didi Kempot.

Baca juga: Sebelum Berpulang, Didi Kempot Sempat Buat Lagu Sungkem, Bercerita tentang Soekarno

Pada saat menonton hiburan yang dihadiri Didi Kempot, Bambang memakai blangkon dan berdiri di pagar pembatas penonton.

"Saya dapat kesempatan maju di kursi VVIP. Saya naik ke atas panggung. Mas Didi Kempot ketemu sama saya. Mas Didi bilang kepada saya 'rambutmu kurang gondrong (panjang)'," kata bapak tiga anak ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Sepekan Isolasi Mandiri, 14 Warga Positif Covid-19 di Tegal Belum Terima Bantuan

Sudah Sepekan Isolasi Mandiri, 14 Warga Positif Covid-19 di Tegal Belum Terima Bantuan

Regional
Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X