Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Kompas.com - 22/09/2020, 15:36 WIB
Koordinator balap lari Solo, Pamungkas (19) ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKoordinator balap lari Solo, Pamungkas (19) ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Panitia balap lari Solo, Jawa Tengah, berusaha mengurus perizinan ke Satuan Gugus (Satgas) Penanganan Covid-19 dengan tujuan agar tidak dibubarkan paksa petugas.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang balap lari karena mengganggu keamanan dan menimbulkan kerumunan di tengah pandemi wabah Covid-19.

"Hari ini saya mencoba mengurus perizinan ke Gugus Tugas biar tidak ada kejar-kejaran sama polisi," kata Koordinator balap lari Solo, Pamungkas (19), saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Pamungkas berharap dengan mengurus izin, balap lari yang rencana digelar sepekan sekali mulai 22.00 WIB hingga 23.00 WIB di Jalan Yosodipuro Kottabarat tidak dibubarkan paksa petugas.

"Rencana seminggu sekali setiap malam Senin atau malam Sabtu di depan Damkar Solo (Jalan Yosodipuro)," terang dia.

Pamungkas menerangkan, balap lari ini tercetus bermula dari melihat di media sosial (medsos).

Secara kebetulan kegiatan ini di Solo juga belum ada.

"Terus saya coba adaptasikan di Solo. Ternyata ramai pesertanya. Satu malam itu sekitar lima pasang sampai enam pasang," terang Pamungkas.

Baca juga: Marak Balap Lari Liar di Semarang, Ganjar: Kalau Serius Berlari Tak Buatin Lomba

Balap lari ini dapat diikuti oleh semua kalangan masyarakat dan tidak ada batasan usia.

Warga yang ingin mengikuti balap lari tidak dipungut biaya alias gratis.

"Teknisnya cuma lari saja. Gratis tidak dipungut biaya. Cukup ngetag Instagram kita. Nanti yang belum ada lawannya kita carikan lawan," ungkap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X