Tak Ingin Dapat Beras Berkutu, Bupati Gunungkidul Cicipi Nasi Sebelum Bantuan Dibagikan

Kompas.com - 18/09/2020, 06:10 WIB
Bupati Gunungkidul Badingah di Kantornya Jumat (11/9/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOBupati Gunungkidul Badingah di Kantornya Jumat (11/9/2020)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Bupati Gunungkidul, Yogyakarta, Badingah mengaku akan melakukan pengawasan terhadap pemberian bantuan sosial beras untuk keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH).

Sebelum diberikan ke masyarakat Bupati menyempatkan diri mencicipi olahan beras kualitas medium.

"Untuk beras yang akan dibagikan kualitasnya bagus, pulen dan itu yang disukai masyarakat," kata Badingah seusai mencicipi nasi yang diolah dari beras medium, di Balai Padukuhan Purbosari, Wonosari, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Wakil Bupati Gunungkidul: Jangan Mudik Dulu

Dia berharap,kualitas beras yang dibagikan kepada masyarakat itu sama dengan apa yang dicicipinya hari ini.

Badingah menilai, bantuan beras untuk membantu perekonomian masyarakat terutama yang kurang mampu, jangan sampai kurang baik.

"Dulu berasnya kuning, ada bubuknya ( kutu), tapi sekarang rasanya enak dan terutama pulennya itu yang disukai masyarakat. Semoga sama. Dari pemerintah daerah ada pengawasan agar tetap dipertahankan kualitasnya mohon maaf (akan dipantau), dari Bulog juga setuju,"ucap Badingah.

Meski demikian, Bupati mengucapkan terimakasih termasuk kepada Kementerian Sosial yang terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Gunungkidul yang mengandalkan sektor pariwisata selama 4 bulan terakhir mengalami defisit kunjungan karena destinasi wisata tutup total.

Saat ini sudah berangsur kembali meski dengan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Ipar Jokowi Serahkan Relawannya dalam Pilkada Gunungkidul untuk Pasangan Partai NasDem

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul Siwi Irianty menjelaskan, bantuan berupa beras diberikan kepada KPM PKH dalam rangka mendukung kelangsungan hidup dan menjamin ketersedian pangan selama pandemi Covid-19 sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial no 322 tahun 2020 tentang juknis bantuan sosial beras tahun 2020.

Dalam penyaluran beras melibatkan Bulog dan perusahaan yang ditunjuk menyalurkan ke masyarakat. Pemberiannya dilakukan 17 September sampai 28 September 2020.

" Bantuan beras per KPM PKH seberat 15 kilogram setiap bulannya, akan diberikan selama 3 bulan yakni Agustus, September, dan Oktober. Agustus dan September akan diberikan bulan September sebanyak 30 kg," ucap Siwi. 

Dijelaskan, seluruh Gunungkidul sebanyak 57531 KPM PKH akan menerima bantuan beras masing-masing 15 kilogram per bulan.

Pihaknya berharap dengan bantuan ini bisa mengurangi beban keluarga di saat pandemi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X