Kompas.com - 01/09/2020, 22:33 WIB
Rapat terbatas terkait Covid-19 dan pemulihan ekonomi bersama Presiden Joko Widodo diikuti gubernur se-Indonesia, Selasa (1/9/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutRapat terbatas terkait Covid-19 dan pemulihan ekonomi bersama Presiden Joko Widodo diikuti gubernur se-Indonesia, Selasa (1/9/2020)

MEDAN, KOMPAS.com –  Rapat terbatas (ratas) gubernur se-Indonesia, kepala lembaga atau instansi negara dengan Presiden Joko Widodo secara menjadi kesempatan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta tambahan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19.

Saat ini Sumut memiliki 11 laboratorium, masih butuh bantuan pusat agar daerah-daerah terjauh dapat melakukan tes swab sendiri.

“Ada 33 kabupaten dan kota yang letaknya berjauhan, untuk itu kami minta bantuan bidang kesehatan khususnya lab untuk melakukan pemeriksaan specimen di daerah yang terjauh seperti Nias, Pakpak Bharat atau Tapanuli,” kata Edy dalam keterangannya, Selasa (1/9/2020). 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Pecah Rekor, Sehari Bertambah 34 Orang Positif

Edy lalu melaporkan, tren peningkatan kasus Covid-19 terus terjadi. Meski pada pertengahan hingga akhir Agustus, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut bisa mengendalikan.

Angka positivity rate Sumut saat ini 16,1 persen, menurun dari 18,3 persen pada pertengahan Agustus 2020. Angka kesembuhan juga mengembirakan, kini mencapai 58,1 persen. Pada pertengahan Agustus angka kesembuhan hanya 43 persen. 

"Semua karena kegiatan intervensi kami di bidang kesehatan, kami akan berusaha terus meningkatkan hal ini,” ujarnya.

Baca juga: Misteri Serangan Ribuan Tomcat di Indramayu, Berlangsung Sepekan, Hanya Gigit Anak-anak di Malam Hari

Dijelaskan Edy, Pemprov Sumut telah melakukan implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020, salah satunya membagikan lima juta masker. 

Kemudian, menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumut.

Minta gubernur koordinasi dengan menkes

Menanggapi permintaan gubernur tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan gubernur.

“Untuk lab yang masih kurang, saya sudah minta Menkes segera berkoordinasi dengan gubernur,” kata Jokowi.

Dia mengingatkan para gubernur untuk berhati-hati pada tren peningkatan kasus positif. Meskipun, angka pergerakan kasus Indonesia, menurut Jokowi, masih lebih terkendali ketimbang negara lain.

Akhir 2020, Indonesia akan mendapatkan 20 - 30 juta vaksin. Kemudian sampai akhir 2021,juga sudah mendapatkan komitmen mendapat 290 juta vaksin. 

"Karena jangkanya masih sampai akhir 2021, saya minta para gubernur untuk pengendalian Covid-19 betul-betul fokus dan menjadi konsentrasi kita. Kita perlu memperkuat ketahanan agar sampai betul-betul kepada seluruh rakyat, kita vaksin semuanya,” pesan Presiden.

Baca juga: Imbas Membesarnya Klaster Pernikahan, Pemkab Agam Larang Warga Gelar Pesta Resepsi

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X