Bawaslu Kota Semarang Temukan 441 Pemilih Bermasalah Saat Proses Coklit

Kompas.com - 14/08/2020, 11:31 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kota Semarang menemukan setidaknya 441 data pemilih bermasalah atau tidak memenuhi syarat (TMS) selama tahap pengawasan pencocokan dan penelitian ( coklit).

Temuan tersebut dilakukan dengan metode sampling sejak 18 Juli hingga 13 Agustus 2020.

Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang Nining Susanti mengatakan, data pemilih TMS tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Candisari, dan Kecamatan Tembalang.

"Rinciannya antara lain pemilih meninggal dunia sebanyak 238 orang, pemilih pindah domisili sebanyak 181 orang, pemilih ganda sebanyak 5 orang dan pemilih baru yang belum tercatat sebanyak 17 orang," kata Nining dalam keterangannya, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Nining menjelaskan, pihaknya menggunakan metode sampling minimal 20 persen dari setiap TPS yang dilakukan Pengawas Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan.

“Masa Pengawasan tahapan 3, menggunakan metode sampling minimal 20 pemilih berbeda rumah per TPS dan 20 persen per Kelurahan dengan langsung mendatangi dari rumah ke rumah," jelasnya.

Dia mengaku, pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan dan Kelurahan sudah sesuai dengan regulasi dan kebijakan lembaga.

Pihaknya akan melakukan supervisi ke lima kecamatan yang dinilai berpotensi rawan yaitu Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Genuk, Kecamatan Tugu, Kecamatan Gunung Pati dan Kecamatan Banyumanik.

Baca juga: Longgarkan PKM, Pemkot Semarang Perketat Aturan Penggunaan Masker

Nining berharap, agar dimasa akhir pencoklitan jajaran KPU sampai tingkat Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) memastikan tidak ada satupun warga Kota Semarang yang memiliki hak pilih tidak dilakukan pencoklitan.

"Sesuai aturan Undang-Undang maupun petunjuk teknisnya, bahwa setiap warga yang sudah berumur 17 tahun atau pernah kawin wajib mempunyai hak pilih," ucapnya.

Nining mengaku, pihaknya sudah melakukan saran perbaikan kepada jajaran KPU untuk segera ditindaklanjuti terkait hasil temuan-temuan pengawas.

"Salah satu contoh misalnya ada pemilih yang tidak memenuhi syarat karena telah meninggal dunia atau ganda di Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari, Kelurahan Panggung Lor dan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Regional
Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X