Perjuangan Hidup Kakek Bertangan Satu, Gigih Bekerja Jadi Tukang Batu

Kompas.com - 15/07/2020, 16:33 WIB
Subagyo kakek bertangan satu bekerja sebagai tukang batu. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIASubagyo kakek bertangan satu bekerja sebagai tukang batu.

SEMARANG, KOMPAS.com - Di bawah pohon akasia rindang di tepi Jalan Panjangan, Semarang, Jawa Tengah, tampak lelaki tua bertopi hitam dengan setelan kaos dan celana pendek lusuh sedang sibuk mengayak batu.

Sambil  duduk di sebuah kursi kecil yang terbuat dari kayu, tangannya yang cekatan mulai memilah-milah batu satu persatu.

Di sekeliling lelaki tua itu, ada beberapa ember kecil dan karung-karung yang berisi batu-batu kali yang sudah bersih.

Baca juga: Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Rupanya, kakek bertangan satu itu, namanya Subagyo. Usianya sudah 78 tahun. Badannya kurus dan sudah bungkuk.

Setiap hari, kakek yang tinggal di Jalan Panjangan RT 2 RW 7 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, itu memulai pekerjaannya dari pagi hingga petang.

Di usianya yang senja, dia masih harus berjuang mencari nafkah untuk menyambung hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sudah mulai kerja begini (tukang batu) sejak usia 40 tahun," jelasnya kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Disiram Air Saat TK, Jalan Kaki ke Sekolah, Kisah Perjuangan Putri Penjaga Hutan Wanagama hingga Sukses Tempuh S3 di Jepang

Subagyo bercerita pada 1975 dirinya mengalami kecelakaan saat kerja di sebuah proyek di pelabuhan.

"Dulu tangan saya normal. Waktu kerja mencari batu besar dipikul 6 orang untuk pemecah ombak di pelabuhan. Saya kepleset tangan sebelah kiri menghatam batu. Awalnya bengkak biasa masih bisa kerja biasa tapi setelah 2 tahun harus diamputasi karena kena kanker," katanya sambil sesekali menghisap sebatang rokok buatan pabrikan lokal.

Sejak kejadian itu, dia harus terbiasa bekerja dengan menggunakan satu tangan.

Walaupun tangannya tinggal satu, kakek ini tak berkecil hati dan masih tetap semangat bekerja sebagai tukang batu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia bertekad tidak akan meminta selagi masih bisa berjalan dan menekuni pekerjaan meski hasilnya tak menentu.

"Orang mau beli langsung datang. Banyak macamnya bisa buat taman, tembok rumah, bahan bagunan, kolam ikan, tergantung kegunaan. Kadang ramai kadang sepi. Jadi hasilnya tidak menentu, yang penting bisa mencukup kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Baca juga: Perjuangan Petani di Tengah Wabah, Terancam Gagal Panen hingga Lawan Godaan Tengkulak

Subagyo hidup berdua dengan sang istri Suwarni (59) di bangunan papan kayu berukuran 6 × 8 meter dan tinggi 2 meter beralaskan tanah yang ditutup tikar.

Bangunan beratap spanduk itu juga tidak tersedia kamar mandi.

Subagyo dan istrinya mengaku harus menumpang di rumah tetangga jika hendak mandi.

Kalau hujan turun di malam hari, mereka tak bisa tidur karena harus selalu waspada karena atap rumahnya sudah banyak lubang.

Walaupun hidup dengan keterbatasan dan serba kekurangan, tapi Subagyo berusaha untuk selalu bersyukur karena masih diberikan hidup oleh yang kuasa.

Baca juga: Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter, Keluarga Kenang Perjuangan Kapten Fredy untuk Jadi Tentara

"Tiap hari mudah-mudahan Gusti Allah ngasih rezeki buat nyambung umur. Sedikit-dikitnya yang penting bisa makan. Dan bisa iuran di kampung. Gusti Allah mboten sare, bersyukur terus ndilalah pasti bisa makan. Kalau mau diberi ya harus mau memberi," ujarnya.

Subagyo mengaku akan terus bekerja sebagai tukang batu sekuat yang dia bisa karena tak ingin merepotkan anaknya yang telah pergi meninggalkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.