Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kompas.com - 11/07/2020, 12:21 WIB
Perawat S terpapar Covid-19 dari klaster petugas haji di Surabaya dan ia menjalani isolasi mandiri sejak 20 Maret 2020 dan dinyatakan sembuh setelah 11 kali test swab. dok Humas Pemkab BanyuwangiPerawat S terpapar Covid-19 dari klaster petugas haji di Surabaya dan ia menjalani isolasi mandiri sejak 20 Maret 2020 dan dinyatakan sembuh setelah 11 kali test swab.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Seorang perawat di Banyuwangi berinisial S (42) dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani isolasi selama 4 bulan dan tes swab sebanyak 11 kali.

Saat mendengar dinyatakan telah sembuh, S langsung sujud syukur dan menghubungi ibunya melalui telepon.

"Hingga akhirnya dinyatakan sembuh, saya langsung sujud syukur. Saya langsung telepon ibu saya, beliau dan keluarga langsung menangis haru," kata S, Jumat (10/7/2020) dikutip dari rilis Humas Pemkab Banyuwangi.

Baca juga: Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

S terpapar Covid-19 dari klaster petugas haji di Surabaya dan ia menjalani isolasi mandiri sejak 20 Maret 2020.

Ia dinyatakan positif Covid-19 pada 10 April 2020 dan masuk kategori orang tanpa gejala.

Pria yang bertugas di puskesmas tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit, Pendopo Shaba Swagata Blambang hingga akhirnya dia memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Selama menjalani isolasi mandiri, S mengaku tidur di kamar seorang diri dan disiplin menjaga jarak dengan keluarganya akan tidak terpapar corona.

Baca juga: PDI-P Rekomendasikan Istri Bupati Anas, Ipuk Fiestiandani Maju di Pilkada Banyuwangi

“Meskipun saya OTG, saat isolasi di rumah saya disiplin menjalankan isolasi. Saya tidur di kamar sendiri, mengerjakan apapun dilakukan sendiri untuk mengurangi pertemuan dengan anggota keluarga yang lain. Saya harus menjaga keluarga, caranya ya dengan melakukan semuanya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, selama menjalani isolasi mandiri di rumah, ia mendapat tambahan asupan makanan bergizi dari Puskesmas.

“Petugas puskesmas juga tak bosan memantau secara rutin. Bahkan, petugas juga rutin mengirimi saya nutrisi berupa susu, telur dan buah setiap hari. Saya juga diberi multivitamin,” kata S.

Baca juga: 300 Warung Rakyat di Banyuwangi Dapat Sertifikat Kesehatan, Wisata Kuliner Lebih Tenang

Fitnes untuk mengusir bosan

Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuhdok Humas Pemkab Banyuwangi Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh
S mengaku bosan saat harus menjalani isolasi mandiri selama empat bulan. Untuk mengusir rasa jenih, S rutin fitnes seorang diri di rumah.

Bahkan saat menjalani isolasi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, S juga membawa peralatan fitnes agar bisa berolahraga.

“Ya hiburan saya itu ya fitnes. Saat isolasi di Pendopo Kabupaten, saya pun menyempatkan membawa peralatan fitnes. Kalau dulu fitnes bareng, sekarang sendiri. Maklum saja, sejak pandemi, usaha itu saya tutup untuk keamanan bersama,” paparnya.

Ia juga bercerita mengalami stres saat harus menjalan test swab berkali-kali yang hasilnya selalu positif Covid-19.

Baca juga: Blusukan di Pasar Banyuwangi, Jokowi Kenakan Face Shield

Padahal banyak pasien setelahnya yang sudah dinyatakan sembuh.

Ia kemudian dinyatakan sembuh setelah tests swab 10 dan 11 dinyatakan negatif Covid-19.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungannya, baik secara moril maupun materil dari banyak pihak. Khususnya Gugus Tugas termasuk tim kesehatan yang terus memantau kondisi saya dan tidak bosan untuk memastikan kesembuhan saya,” ujarnya.

Sementara itu, saat menjalani isolasi mandiri di rumah, S mengaku mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat, dan tetangganya.

Bahkan tetangganya kerap menyapa S yang duduk di depan rumah seorang diri dengan tetap menjaga jarak.

Baca juga: Singgah ke Pantai Solong Banyuwangi yang Dikunjungi Jokowi Hari ini, Berlatar Belakang Selat Bali

Selain itu banyak juga rekan fitnes yang mengirimkan oleh-oleh untuk dirinya.

“Alhamdulillah, tetangga tidak ada yang bersikap buruk ke keluarga kami. Mereka semua paham, bahkan tetangga suka menyapa saat saya duduk di depan rumah sendirian. Rekan kerja dan rekan fitnes suka mengirimkan oleh-oleh ke rumah. Membuat saya haru,” jelasnya.

Selama perawatan di rumah, S mengaku lebih dekat dengan Allah SWT karena ia memggunakan banyak waktu dengan ibadah.

“Setiap hari saya isi dengan baca Al Quran. Solat Dhuha dan tahajud tak lupa dilakukan rutin. Ini hikmah buat saya,” katanya.

Baca juga: Di Banyuwangi, ABK Kapal Penumpang dan Kekasihnya Konfirmasi Positif Covid-19

Ia kemudian berpesan kepada para pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan untuk berpikir positif, menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga ringan dan makan makanan bergizi.

“Dan yang paling terpenting adalah sabar. Karena saya sendiri selama hampir empat bulan melakukan isolasi dan tidak melakukan aktivitas yang bertemu dengan banyak orang. Demi untuk kesembuhan diri sendiri dan juga melindungi orang-orang lain di luar agar tidak tertular oleh kita,” kata dia.

Baca juga: Tes Swab karena Hendak ke Kalimantan, Warga Banyuwangi Positif Covid-19

Walaupun sudah dinyatakan smebuh, S mengaku tetap menjaga physical distancing, dan memakai masker serta rutin cuci tangan.

Setelah dinyatakan sembuh, ia mengaku ingin segera kembali bekerja.

"Sebagai penyintas, bukan berarti saya bebas seenaknya, saya tetap tidak boleh ceroboh. Saya akan menjalankan protokol kesehatan super ketat. Saya tidak mau sakit lagi,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Regional
Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Regional
2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

Regional
Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Regional
Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Regional
7 Fakta Angin Puting Beliung yang Muncul di Waduk Gajah Mungkur

7 Fakta Angin Puting Beliung yang Muncul di Waduk Gajah Mungkur

Regional
Cerita Bayi Bernama Siti Noor Banjiriah, Lahir di Atas Perahu Saat Banjir Kalsel

Cerita Bayi Bernama Siti Noor Banjiriah, Lahir di Atas Perahu Saat Banjir Kalsel

Regional
Remaja Asal Grobogan Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Galian Tambang

Remaja Asal Grobogan Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Galian Tambang

Regional
Di Riau, Sudah 789 Tenaga Kesehatan dan Tokoh Divaksinasi Covid-19

Di Riau, Sudah 789 Tenaga Kesehatan dan Tokoh Divaksinasi Covid-19

Regional
23.209 Pelanggar Disanksi Selama Penerapan PPKM di Kabupaten Semarang

23.209 Pelanggar Disanksi Selama Penerapan PPKM di Kabupaten Semarang

Regional
Tiga Warga Indramayu Tertangkap Akan Jual Perempuan ke Arab Saudi Via Malaysia

Tiga Warga Indramayu Tertangkap Akan Jual Perempuan ke Arab Saudi Via Malaysia

Regional
Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Regional
Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X