Rencana Perobohan Patung Perguruan Silat di Sragen Batal Setelah Ada Kesepakatan

Kompas.com - 08/07/2020, 15:26 WIB
Jajaran Forkopimda Sragen bersama perwakilan perguruan silat di Sragen berfoto bersama usai rapat koordinasi situasi Kamtibmas, Senin (6/7/2020). Jajaran Forkopimda Sragen bersama perwakilan perguruan silat di Sragen berfoto bersama usai rapat koordinasi situasi Kamtibmas, Senin (6/7/2020).

SRAGEN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah akhirnya membatalkan rencana perobohan semua patung maupun tugu perguruan silat yang ada di wilayahnya.

Hal ini setelah perwakilan perguruan silat yang hadir dalam rapat koordinasi di gedung DPRD Sragen pada Senin (6/7/2020), sepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sragen aman dan kondusif.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, semua patung maupun tugu perguruan silat yang ada di Sragen akan tetap dibiarkan berdiri dan tidak dirobohkan.

Baca juga: Lewat Ganjar, Walkot Solo Surati Kementerian BUMN Terkait Patung Didi Kempot

Diketahui, rencana perobohan tersebut karena marak terjadi perusakan patung maupun tugu yang dilakukan oleh oknum antar perguruan silat di wilayah tersebut.

" Patung yang sudah ada ini dan saat ini sudah ada pasti semuanya berada di sepanjang jalan dan sebagainya kami akan biarkan saja," kata Yuni saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020).

Yuni meminta supaya patung maupun tugu yang sudah ada tersebut untuk dipelihara dengan sebaik-baiknya dan menjadi tanggung jawab semua perguruan silat.

"Apabila sampai nanti menimbulkan permasalahan kita mempunyai kewajiban untuk menjaga dan forum yang akan dibentuk yang akan memutuskan patung ini apakah akan menjadi sumber permasalahan, dan perlu tindakan tegas silakan dimusyawarahkan forum yang akan dibentuk," ungkap dia.

Baca juga: Misteri Patung Nyi Roro Kidul di Bali, Pelaku: Saya Dapat Bisikan Gaib

Yuni menyatakan dirinya tidak akan memberikan izin pendirian patung baru di wilayah Sragen. Kecuali patung maupun tugu tersebut didirikan atau dibangun di area milik perguruan silat.

Dari hasil pendataan yang dilakukan ada ratusan patung maupun tugu perguruan silat di Sragen.

"Karena ini bentuknya kebijakan, saya tentu tidak bisa lagi memberikan izin kepada patung baru yang akan dibangun. Kami tidak akan memberikan izin bila dibangun di tanah milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Kecuali patung tersebut berada di areal lahan pribadi perguruan silakan," ungkap Yuni.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Regional
Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X