PSBB Ambon Hari Kedua, Pedagang Pasar Tak Pakai Masker, Restoran Layani Makan di Tempat

Kompas.com - 23/06/2020, 16:45 WIB
Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona, vaksin virus corona

Para pedagang juga mengaku mereka diingatkan untuk memakai masker karena mulai Rabu besok tidak ada lagi toleransi bagi pedagang yang tidak mengguankan masker.

“Iya, dari kemarin sampai tadi juga ada petugas yang datang kasih tahu pakai masker, katanya besok itu kalau tidak pakai masker dapat denda,” kata Hamid, salah seorang pedagang.

Baca juga: PSBB Ambon, Kapolda Maluku: Personel di Lapangan Hindari Kekerasan

Toko dan mal tutup lebih awal

Selain pedagang pasar, sejumlah pelanggaran masih ditemui di hari kedua pelaksanaan PSBB Ambon, seperti masih ada kafe, rumah makan, dan restoran yang membuka makan di tempat.

Selain itu pelanggaran juga masih ditemukan di tiga pintu masuk perbatasan darat menuju Kota Ambon, di mana ada warga yang belum membawa dokumen perjalanan serta tidak menggunakan masker.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di sejumlah kawasan utama di pusat Kota Ambon, banyak toko dan tempat usaha yang telah memilih tutup pada siang hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toko-toko yang tutup umumnya toko yang menjual barang-barang elektronik dan pakaian.

Penutupan toko-toko dan tempat usaha lainnya itu terpantau di Jalan AY Patty, AM Sangaji, Sam Ratulangi dan Sultan Babulah.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengakui di hari kedua penerapan PSBB masih ada warga dan pelaku usaha yang melakukan pelanggaran.

Namun, mereka yang melakukan pelanggaran itu sangat sedikit.

Dia mengatakan untuk pelaku perjalanan yang masuk ke kota Ambon hampir 95 persen sudah memiliki dokumen perjalanan baik keterangan sehat dari kepala desa, keterangan hasil swab ataupun dokumen lainnya.

“Kita beri apresiasi kepada seluruh masyarakat soal itu, yang kedua apresiasi juga kita berikan kepada para pengguna dan pengelola moda transportasi rata-rata dari disiplin transportasi juga sudah sangat baik,” katanya saat meberikan keterangan pers di Kantoir Wali Kota Ambon, Selasa.

Dia menjelaskan, dari pemantauan yang dilakukan para pelaku usaha yang berada di pusat Kota Ambon juga telah memilih menutup tempat usaha mereka sejak awal termasuk juga sebuah mal di kawasan Sam Ratulangi.

Menurutnya penutupan tempat-tempat usaha itu dilakukan setelah petugas mendatangi para pemilik tempat usaha dan memberikan pemahaman kepada mereka.

“Kita berharap besok tidak ada lagi yang buka kecuali yang betul betul memenuhi persyaratan yaitu toko bahan bangunan toko-toko yang berjualan sembako dan sejenisnya termasuk toko khusus yang terkait dengan ursan pemakaman, toko obat, apotik dan sejenisnya,” katanya.

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan pengelola mal di Kota Ambon untuk tidak lagi membuka tempat usaha selain untuk toko yang menjual kebutuhan pokok.

“Kita juga koordinasi dengan pengusaha Amplas, ACC dan MCM dan ketiga pengelola sangat mendukung jadi amplaz di tutup resmi kemudian untuk MCM dan ACC itu yang dibuka hanya untuk yang jual kebutuhan pangan,” katanya.

“Yang mejadi catatan buat kita itu restoran, kafe dan rumah makan, kurang lebih 50 persen sudah menjalankan perwali dengan baik tapi ada juga yang satu dua yang berniat besok baru menjalankan perwali,” tambahnya.

Dia pun mengaku dengan adanya kesadaran warga dan pelaku usaha tersebut diharapkan dalam 10 hari kedepan, penyebaran Covid-19 di Kota Ambon bisa dpaat dikendalikan.

“Mungkisn 10 hari kedepan itu sudah bisa dikendalikan kalau boleh jangan lagi di perpanjang agar ekonomi kita cepat pulih lagi. Saya juga berikan apresiasi kepada TNI Polri, Pak Pangdam, Kapolda, kapolresta dan dandim, mereka bersinergi saya mau bilang TNI Polri ini turun ke lapangan karena mereka mencintai rakyat,” ungkapnya. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriansz mengaku, dua hari pertama pelaksanaan PSBB di Kota Ambon akan dimanfaatkan untuk sosialisasi.

Selanjutnya, mulai hari ketiga penindakan akan dilakukan bagi para pelanggar.

“Sebenarnya sudah mulai bagus cuma ada beberapa saja yang belum sadar, tapi mulai besok itu tidak ada lagi toleransi karena siapapun yang melanggar akan ditindak, jadi penindakan itu berlaku mulai besok,” kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X