Kompas.com - 20/06/2020, 15:30 WIB
Seorang nelayan sedang membenahi alat tangkap ikan jenis cantrang di sebuah kapal di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020) (Foto: Dok. HNSI Kota Tegal) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSeorang nelayan sedang membenahi alat tangkap ikan jenis cantrang di sebuah kapal di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020) (Foto: Dok. HNSI Kota Tegal)

TEGAL, KOMPAS.com - Selama dua bulan, 30 kapal berukuran di atas 100 gross tonnage (GT) berangkat dari Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk mencari ikan di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, mulai Maret hingga Mei 2020.

Mobilisasi kapal nelayan pantura Jawa Tengah yang diberangkatkan untuk menjaga kedaulatan laut NKRI dari kapal asing, harus mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah karena sulit mendapat ikan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Riswanto, pemilik kapal yang juga ikut partisipasi bela negara mengemukakan, hasil ikan tangkapan tidak sesuai harapan.

"Kapal saya ikut berpartisipasi bela negara bersama kapal lainnya. Namun 30 kapal hasil ikan tangkapannya sulit. Dalam waktu empat hari di laut Natuna Utara hanya dapat ikan 50 kilogram," kata Riswanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Mahfud Sebut Nelayan Asal Pantura yang Melaut di Natuna Tak Terikat Kontrak

Riswanto mengemukakan, 30 kapal cantrang diberangkatkan dari Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal pada 4 Maret lalu dan dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi.

Nelayan baru kembali ke Tegal sekitar pertengahan Mei atau sebelum Idul Fitri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disampaikan Riswanto, untuk biaya perbekalan satu kapal cantrang berukuran di atas 100 GT, membutuhkan biaya mencapai Rp 500 juta hingga Rp 800 juta.

Biaya operasinal sebanyak itu untuk membeli solar sekitar 50 ton, dan perbekalan kebutuhan makan 25 anak buah kapal (ABK) selama dua bulan.

Baca juga: Mulai Selasa Hari Ini, 29 Kapal Nelayan Pantura Ramaikan Natuna Utara

Dengan hasil tangkapan ikan hanya sekitar 15 ton dan terjual sekitar Rp 400 juta dari modal Rp 500 juta hingga Rp 800 juta, jelas jauh dari kata untung.

"Kalau dihitung, satu kapal merugi mulai dari Rp 180 juta sampai Rp 500 juta. Jika ditotal 30 kapal mencapai miliaran rupiah," kata Riswanto, yang mengaku merugi sampai Rp 400 juta dengan kapal 101 GT miliknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.