Pemprov Sulsel Habiskan Rp 8 Miliar untuk Karantina ODP di Hotel

Kompas.com - 12/06/2020, 16:49 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meninjau ruang isolasi bintang lima bagi pasien corona di RS Sayang Rakyat, Makassar, Jumat (27/3/2020). Dok. Pemprov SulselGubernur Sulsel Nurdin Abdullah meninjau ruang isolasi bintang lima bagi pasien corona di RS Sayang Rakyat, Makassar, Jumat (27/3/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulsel Junaedi mengatakan, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk menyukseskan program Wisata Covid-19.

Program Wisata Covid-19 merupakan kerja sama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sejumlah hotel untuk dijadikan tempat karantina orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gelaja (OTG), dan pasien positif Covid-19.

“Sampai saat ini penggunaan dana untuk Wisata Covid-19 itu baru mencapai Rp 8 miliar. Wisata Covid-19 ini banyak pasien di daerah yang dikarantina di lima hotel yang bekerja sama dengan Pemprov Sulsel,” ujar Junaedi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Makassar Akan Buka Tempat Hiburan Malam dan Panti Pijat

Dia menambahkan, anggaran yang dikeluarkan sebesar itu sudah termasuk keperluan pasien selama 14 hari menjalani karantina.

“Kalau biaya per kamarnya sangat murah dan di bawah harga standar. Masing-masing kamar dianggarkan hanya Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Itu sudah termasuk makanan bergizi, dan laundry penghuninya. Kalau mengenai total jumlah kamar hotel yang terpakai saya tidak hafal,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Sulsel mengubah sejumlah hotel di Kota Makassar menjadi tempat karantina ODP, OTG, pasien positif Covid-19, dan tenaga medis.

Program karantina di hotel ini dinamai Wisata Covid-19.

Baca juga: Penjelasan Pemprov Sulsel soal Insentif Tenaga Medis yang Belum Dibayar

Awalnya, hanya Hotel Swiss Belinn yang terletak di pinggir pantai Kota Makassar yang jadi lokasi karantina.

Setelah program karantina itu berjalan, ada enam hotel lainnya yang diikutkan dalam program tersebut.

Enam hotel tersebut adalah Almadera Hotel, Hotel Maxone, Hotel Dalton, Sutomo, Grand Sayang, Grand Puri Perintis.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengklaim, adanya penambahan jumlah pasien sembuh di provinsinya karena pasien bisa beristirahat secara nyaman dan diberi makanan bergizi selama ikut program karantina di hotel.

“Virus Covid-19 ini bisa dilawan dengan imunitas yang kuat. Nah imunitas yang kuat itu kita dapat dari istirahat yang cukup, makan yang bergizi, makan vitamin, jangan cemas, jangan stres,” kata Nurdin Abdullah saat berdiskusi dengan tim edukasi peserta wisata Covid-19 di Almadera Hotel, Selasa (5/5/2020).

Bahkan, Nurdin mengklaim Sulawesi Selatan jadi salah satu provinsi dengan jumlah pasien Covid-19 sembuh tertinggi karena program ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X